
PEMBUKTIAN: Dokter Raditya Arddhi Sradhana menjalani sidang kasus kekerasan dalam rumah tangga di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (5/10).
JawaPos.com – Telepon seluler dokter Raditya Arddhi Sradhana berdering saat ditinggal pergi. Istrinya, Ary Fitrianita, mengangkat panggilan masuk itu. Peneleponnya ternyata perempuan. Panggilan tersebut menyebabkan pasangan suami istri itu bertengkar.
Kini dokter berusia 32 tahun itu diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Jaksa penuntut umum Yustus One Simus Parlindungan mendakwa Raditya telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.
Jaksa Yustus dalam dakwaannya menjelaskan, Ary bersama anaknya awalnya datang ke Apartemen Educity yang ditinggali suaminya tersebut. Saat itu, sang istri meminta Raditya membeli makanan di luar. Dokter tersebut pergi tanpa membawa telepon seluler.
Saat ditinggal pergi pemiliknya, telepon seluler itu berdering. Ary mengangkatnya. Dari balik telepon, terdengar suara perempuan. Ary sempat memotret nomor penelepon untuk dijadikan bukti yang akan ditanyakan kepada suami.
Tidak lama berselang, telepon seluler Raditya kembali berdering. Sang istri kembali mengangkatnya.
Pada saat bersamaan, Raditya balik ke apartemen. Dia berkeberatan sang istri mengangkat teleponnya. Dokter tersebut merebut telepon selulernya dari genggaman sang istri.
’’Terdakwa Raditya lalu memukul saksi Ary menggunakan tangan kanan dan mengenai pipi kiri sebanyak satu kali,’’ ungkap jaksa Yustus dalam dakwaannya.
Mereka kemudian cekcok. Raditya lantas mendorong istrinya itu hingga terjatuh dan menimpa anak.
Sementara itu, pengacara Raditya, Iwan Hidayat, membantah kliennya telah menganiaya istri. Menurut dia, ketika itu hanya terjadi pertengkaran biasa.
’’Motifnya cuma rebutan HP. Hanya pertengkaran biasa karena korban cuma luka ringan dan masih dapat beraktivitas,’’ kata Iwan.
Iwan menambahkan, Ary yang kini sudah resmi bercerai dengan Raditya ketika itu merasa cemburu. Sebab, suaminya ditelepon perempuan. Padahal, perempuan tersebut hanya pasien.
’’Faktornya cemburu karena suami dokter punya pasien banyak,’’ ujarnya. (gas/c7/eko)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
