Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 13.09 WIB

Drama Kolosal Refleksi Perobekan Bendera Belanda di Tunjungan, Penonton Meneteskan Air Mata

Pemkot Surabaya menggelar Drama Kolosal Refleksi Perobekan Bendera Belanda di Jalan Tunjungan. - Image

Pemkot Surabaya menggelar Drama Kolosal Refleksi Perobekan Bendera Belanda di Jalan Tunjungan.

JawaPos.com - Layaknya kembali ke masa lampau, suasana Jalan Tunjungan Surabaya dipenuhi aksi memperebutkan kemerdekaan negara Indonesia. Sebanyak 1.360 warga menjadi bagian dalam pertunjukan Drama Kolosal Refleksi Perobekan Bendera dengan konsep “Happening Art” di depan Hotel Majapahit Surabaya, Minggu (17/9).

Memerankan tokoh Bung Karno, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus memekikkan semangat perjuangan kemerdekaan. Para penonton yang hadir pun hanyut dalam suasana tersebut. Bahkan, dalam adegan saat bendera Belanda dirobek dan menjadi bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, para penonton turut meneteskan air mata.

“Filosofinya adalah bagaimana rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan gagah berani Arek-Arek Suroboyo merobek bendera warna biru sehingga menjadi warna Merah Putih,” kata Wali Kota Eri seusai gelaran Drama Kolosal Refleksi Perobekan Bendera.

Tak hanya itu saja, sebagai salah satu agenda rutin tahunan, Wali Kota Eri mengaku bahwa telah mendaftarkan Drama Kolosal Refleksi Perobekan Bendera ke dalam Kharisma Event Nasional (KEN) milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berniat memperluas jangkauan gelaran pertunjukan sejarah di Surabaya hingga di tingkat Internasional.

“Sudah didaftarkan. Jadi yang kita daftar kan adalah ini (drama kolosal perobekan bendera) dan Parade Bunga. Dan nanti Parade Juang 10 November kita daftarkan juga. Semoga nanti semakin banyak yang masuk ke KEN Kemenparekraf selain Festival Rujak Uleg,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan banyaknya unsur yang dilibatkan dalam gelaran tersebut, semakin menambah antusiasme masyarakat yang menyaksikan. Seperti melibatkan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), seniman, komunitas sejarah, pelajar, mahasiswa, paduan suara, hingga kelompok orkestra.

“Jadi setiap tahun berbeda sehingga bisa menarik dan Alhamdulillah yang menyaksikan bukan hanya warga Surabaya tapi dari luar Surabaya juga banyak, mancanegara dan tamu hotel banyak yang menyaksikan,” ujarnya.

Apalagi, dengan hadirnya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Wali Kota Eri lantas menjelaskan, keberadaan mereka menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Surabaya harus mengingat perjuangan para pahlawan dalam memperebutkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Maka kita diajarkan bersatu menjaga kemerdekaan Indonesia. Semoga semangat perjuangan di Kota Surabaya, semangat Bung Karno, Bung Tomo dan semua pahlawan yang ada di Surabaya dan Indonesia terus meresap dalam setiap hati warga Surabaya,” pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore