Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 07.06 WIB

Sukses Kembangkan Urban Farming, Wali Kota Eri Cahyadi Panen Golden Melon dan Sayur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanen golden melon dan sayur-mayur bersama Kelompok Tani Kosagrha Lestari di RW 04 Medokan Ayu, Jumat (25/8). - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanen golden melon dan sayur-mayur bersama Kelompok Tani Kosagrha Lestari di RW 04 Medokan Ayu, Jumat (25/8).

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanen ratusan golden melon dan sayur-mayur bersama Kelompok Tani Kosagrha Lestari. Panen dilakukan di RW 04 Kelurahan Medokan Ayu, Jumat (25/8).

Kelompok Tani Kosagrha Lestari RW 04 Medokan Ayu memanfaatkan lahan 900 meter persegi menjadi lahan produktif guna menghasilkan nilai ekonomi. Mereka mengajak warga untuk berperan aktif memanfaatkan lahan tersebut. Hasil panen pun dapat diputar untuk proses pembangunan kampung.

Wali Kota Eri menyampaikan terima kasih kepada Kelompok Tani Kosagrha Lestari yang sukses mengembangkan pertanian berkonsep urban farming. Sebab, Kelompok Tani Kosagrha Lestari memanfaatkan fasum (fasilitas umum) di Kelurahan Medokan Ayu sebagai tempat untuk menghasilkan tanaman dan perikanan yang bisa dikonsumsi warga. Mulai dari sayuran, buah, hingga ikan.

”Bahkan 120 buah melon sudah close order sudah habis dipesan. Tadi ketika saya memakan buah melon, itu adalah buah melon termanis yang pernah saya konsumsi,” kata Wali Kota Eri.

Eri meminta kepada DKPP Surabaya, lurah, dan camat, kembangkan urban farming, khususnya pada varietas golden melon. ”Kalau saya bilang ini manisnya bintang lima. Nanti kita kerja sama dengan semua hotel dan toko buah untuk dipasarkan di sana, sehingga ada koperasi. Nanti, koperasi lah yang menjual kepada hotel dan toko buah,” ujar Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, Kelompok Tani Kosagrha Lestari masih terbilang muda. Mereka memiliki antusias dan semangat yang luar biasa dalam mengembangkan konsep urban farming.

”Kami memberikan pendampingan melalui PPL (penyuluh pertanian lapangan), kemudian membantu beberapa infrastruktur mulai dari media tanam, bibit, pupuk, hingga instalasi hidroponik kemudian. Selanjutnya dikembangkan hingga menjadi pertanian terpadu yang terintegrasi dengan pertanian, peternakan, dan perikanan seperti saat ini,” kata Antiek.

DKPP Kota Surabaya, lanjut dia, terus melakukan pendampingan, seperti pembukuan dan pemasaran hasil panen dengan hotel dan restoran. Selain itu, juga membantu dalam upaya pengembangan hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Kosagrha Lestari RW 4 Medokan Ayu Pridha Nashari Rakhmatika mengatakan, mengembangkan urban farming di RW 04 Kelurahan Medokan Ayu Kota Surabaya. Setiap harinya, mampu menjual sayur kale, bayam, kangkung, terong, gambas. Hasil panen melon dijual Rp 20.00 setiap kg.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore