
Ilustrasi penanaman pohon. (Istimewa)
JawaPos.com–Komitmen Pemkot Surabaya terhadap lingkungan terus dijaga. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyatakan, berupaya mencegah menurunnya kualitas udara di Kota Pahlawan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan penanaman 1.000 pohon setiap hari. ”Paling tidak satu hari kita tanam 1.000 pohon, seperti perdu dan semak. Kenapa kita lakukan? Karena kita tidak mau kondisi oksigen di Kota Surabaya (kualitasnya) berkurang,” kata Agus Hebi.
Namun demikian, Hebi menilai, upaya untuk mencegah menurunnya kualitas udara di Surabaya harus didukung dengan kendaraan yang ramah lingkungan. Karena itu, uji emisi terhadap kendaraan bermotor juga perlu secara rutin dilakukan.
”Nah, uji emisi ini kalau misal hasilnya kendaraan bermotor emisinya tidak bagus, kendaraan ini harus diperbaiki, supaya emisinya bagus,” papar Hebi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, bakal melelang pengadaan motor listrik. Semua motor berbahan bakar minyak (BBM) di pemerintah kota, akan kita lelang.
”Setelah itu kita membeli motor listrik, sehingga itu juga mengurangi pencemaran,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (23/8).
Menurut dia, karena kendaraan operasional merupakan aset milik pemerintah, penjualannya tidak bisa dilakukan secara langsung. Proses penjualan motor BBM akan dilakukan melalui balai lelang.
”Karena aset pemerintah tidak bisa dijual secara langsung, tapi dititipkan kepada balai lelang untuk dilelang. Hasilnya masuk ke PAD (pendapatan asli daerah), kita belikan kembali untuk motor listrik,” ujar Eri.
Wali Kota Eri menerangkan, untuk tahap awal, pihaknya akan fokus terlebih dahulu melakukan konversi motor BBM ke listrik. Sebab, untuk mobil listrik, harga per unit saat ini dinilai masih mahal.
”Nanti motor listrik, kalau yang mobil belum. Karena kami lihat harganya masih tinggi, bisa Rp 400 juta – Rp 500 juta per unit,” jelas Eri.
Selain itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga memikirkan opsi lain untuk mengonversi kendaraan BBM ke listrik. Sebab, rata-rata kendaraan kepala dinas sebelumnya sudah dikonversi dari BBM ke gas.
”Ini kita akan konsultasi dulu, bisa tidak dikonversi ke listrik. Jadi nanti pakai dua, bisa pakai BBM dan listrik. Seperti mobil (kepala dinas) dulu pakai gas, semoga itu bisa jalan,” kata Eri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
