SOLUSI KEMACETAN: Jalan Lontar yang sering dipasangi terop saat warga punya hajatan dan Raya Unesa yang padat merayap kalau ada kegiatan kampus, seperti wisuda, akan teratasi.
Perumahan, perkantoran, hingga resto terus bermunculan setiap tahun. Namun, kemajuan wilayah itu memicu kemacetan karena belum dibarengi penambahan fasilitas jalan. Sebagai solusinya, tahun ini Pemkot Surabaya mulai membangun radial road.
---
Jalan Raya Lontar sering macet. Apalagi saat memasuki jam-jam masuk sekolah dan pulang kantor. Kepadatan itu dipicu tingginya volume kendaraan yang melintas serta akses yang sempit.
Carisha, pengendara yang setiap hari terjebak kemacetan di Jalan Raya Lontar. Dia melewati jalur itu untuk menuju tempat kerjanya di kawasan Manukan. ”Jalannya sempit, tapi dibuat dua lajur,” terangnya.
Pada bulan-bulan tertentu, Jalan Raya Lontar tambah macet. Akses itu ditutup separo dan dipasangi tenda oleh warga yang menggelar pernikahan. ”Kalau sudah ada acara nikahan, macetnya tambah parah,” ujar Carisha.
Untuk mengurangi kepadatan di Jalan Raya Lontar, Pemkot Surabaya membangun jalan alternatif, yaitu radial road. Segmen I proyek multitahun itu sudah ditenderkan. Lokasi pengerjaannya dimulai dari sisi Masjid Baiturrozaq, CitraLand ke arah kantor Kelurahan Lontar. Kemarin (15/8) tampak kendaraan berat meratakan urukan material di akses tersebut.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, proyek radial road dikerjakan secara paralel. DSDABM mengerjakan sisi utara, sedangkan sisi selatan dikerjakan CitraLand. Targetnya, segmen I dapat diselesaikan pada November. ”Jalan yang akan diselesaikan ini panjangnya 262 meter,” jelasnya.
Segmen II dimulai dari Kelurahan Lontar ke arah Pakuwon Mall. Pengerjaannya akan dilaksanakan pada tahun depan. ”Sekarang ini sedang pembebasan lahan untuk segmen II, tapi mayoritas itu lahan milik pengembang,” ucap Adi.
Andrik Utomo Setiarwan, project manager radial road dari PT Putra Negara, mengatakan bahwa kondisi tanah di lokasi proyek itu sudah diuji di laboratorium. Tujuannya, menentukan jenis material yang cocok digunakan dalam pembangunan. Hasilnya, kondisi tanah di lokasi tersebut tidak memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. ”Pengerjaan dimulai pasca 17 Agustus,” ucapnya.
Menurut Andrik, sebagian proyek radial road sudah digarap oleh pihak pengembang. Dengan begitu, dia harus menyamakan desain dan material. ”Kami juga perlu menambah median jalan. Kami kerjakan di sisi selatan dulu,” jelasnya.
Total anggaran pembangunan radial road mencapai Rp 16 miliar. Andrik optimistis bisa merampungkan proyek itu sesuai dengan target yang ditetapkan pada di tahun ini. (ann/dya/gal/c6/aph)
BOTTLENECK JLLB: Akses utama dari Stadion GBT, RS BDH, hingga pintu tol Driyorejo menuju bandara maupun pintu tol menuju Mojokerto, Jombang, Madiun, dan Solo sekarang masih terkendala sempitnya jalan.
Selain Jalan Raya Lontar, kawasan Lakarsantri juga kerap berwarna ”merah-hitam” saat dilihat lewat aplikasi Google Maps. Kemacetannya jauh lebih parah. Bahkan, beberapa kali pengendara saling adu jotos karena berebut jalur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
