
Suasana Jalan Raya Darmo, salah satu jalanan adem di Surabaya. (fajar mujianto/jawapos.com)
JawaPos.com - Mendengar kata Surabaya tentu yang ada di pikiran orang adalah panas, walau Kota Pahlawan sejatinya memang terkenal dengan anggapan tersebut.
Namun, berbagai upaya dilakukan Pemkot Surabaya untuk menciptakan suasana asri dan rindang. Mereka memperbanyak ruang terbuka hijau atau pembangunan taman tengah kota dan pohon penyejuk pedestrian. Tak hanya membuat adem, pohon tersebut juga menambah keindahan suasana kota.
Hadirnya pohon-pohon di pinggir jalan menjadi penyejuk bagi wisatawan dan pengguna jalan di Surabaya. Berikut beberapa jalanan adem di Surabaya:
Jalan ini tak jauh dari Balai Kota Surabaya. Selain disuguhi dengan pohon-pohon yang rindang, jalan ini juga terkenal akan kulinernya, Sate Kelopo Ondohomen Bu Asih.
Raya Darmo adalah salah satu jalan utama di Surabaya. Jalan ini selalu dipadati oleh kendaraan untuk menuju ke pusat kota. Di sepanjang jalan kita akan dimanjakan dengan pohon-pohon besar yang rindang.
Karena suasana jalannya yang adem, pada hari pekan Jalan Raya Darmo selalu digunakan untuk Car Free Day (CFD). CFD biasanya dimanfaatkan warga untuk olahraga, bersantai, hingga menikmati kuliner.
Salah satu jalan yang biasa dilalui pengendara atau wisatawan ketika hendak menuju kawasan Surabaya Barat dan Utara.
Melewati jalan tersebut kita akan disuguhkan patung Pangeran Diponegoro menunggangi kuda yang dikelilingi dengan air mancur yang menambah kesan adem ketika panas melanda.
Dari seluruh jalanan di Surabaya, daerah ini merupakan yang paling rindang. Berada di kawasan industri SIER, sepanjang jalan tersebut kita akan dimanjakan dengan rimbunnya pohon-pohon besar yang menjulang tinggi di segala sisi.
Jalan Raya Arjuno dikenal juga dengan Ardjoeno Boulevard. Boulevard datang dari Bahasa Prancis yang berarti suatu jalan di mana pada bagian tengahnya ada pemisah. Pemisah tersebut ditumbuhi pohon-pohon peneduh.
Jalan tersebut digunakan warga Surabaya yang hendak menuju Kota Gresik, Stasiun Pasar Turi, Tugu Pahlawan, atau Pelabuhan Tanjung Perak.
Jalan Bubutan merupakan akses bagi warga Surabaya yang hendak menuju Tugu Pahlawan dan Kampung Lawas Maspati. Sepanjang jalan, kita akan dimanjakan dengan pohon-pohon rindang yang berada di tengah.
Di jalan tersebut juga terdapat Gedung Nasional Indonesia (GNI). Pendirinya adalah pahlawan nasional Indonesia, yaitu Dr. Soetomo.
Bangunan yang berbentuk seperti pendopo tersebut memang dibangun atas inisiatif Dr. Soetomo usai menyelesaikan studinya di Amsterdam, Belanda. Selain itu, gedung ini juga menjadi saksi pergerakan para pemuda Indonesia.
Sepanjang jalan tersebut kita akan disuguhkan dengan pohon-pohon yang rindang ditambah dengan keberadaan Taman Korea.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
