
Ketua Komisi C Baktiono (kanan) dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati saat rapat di DPRD Surabaya. Allex Qomarullah/JawaPos
JawaPos.com–Rencana pembangunan underpass (terowongan) penghubung Kebun Binatang Surabaya dengan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya dikritisi Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono.
Politikus PDIP Surabaya itu mengatakan, Pemkot Surabaya melalui dinas terkait jangan sekadar membangun underpass tanpa memperhatikan estetika dan fungsinya. Dia juga menyatakan, estimasi pembangunan underpass yang menghubungkan TIJ dan KBS itu tak mungkin bisa selesai lima bulan.
”Kalau sekadar membangun underpass mungkin bisa, tapi tolong ini jangan berpikir sekadar underpass. Saya minta underpass yang menghubungkan TIJ dengan KBS itu tak seperti box culvert yang ditumpuk saja,” terang Baktiono kepada JawaPos.com.
Dia meminta agar underpass memiliki ukuran lebar lebih kurang 10 meter. Kemudian, diberi space khusus bagi para pelaku UMKM di Surabaya.
”Pelaku UMKM Surabaya bisa berjualan di situ, jadi ada fungsi penggerak ekonomi kota Surabaya,” imbuh Baktiono.
Dia meminta agar pada masa kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji, Surabaya bisa punya legacy yang hebat. Ketika Bambang DH dan Tri Rismaharini meninggalkan warisan legacy bangunan, Eri Armuji harus bisa juga.
”Bambang DH meninggalkan Rumah Sakit Bhakti Darma Husada, Risma banyak membangun taman lalu jembatan,” papar Baktiono.
Tahun ini, Pemkot Surabaya di bawah kendali Eri Cahyadi sebagai wali kota terus menggencarkan pembangunan di beberapa sektor. Tak hanya drainase, Wali Kota Surabaya itu juga bakal membangun terowongan bawah tanah.
Lokasi terowongan bawah tanah itu bakal dibangun untuk menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tundjung Iswandaru memastikan, proyek terowongan bawah tanah TIJ dengan KBS bakal berjalan tahun ini.
”Harapannya, sebelum akhir tahun selesai. Lebih kurang lima bulan untuk pengerjaannya,” kata Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru.
Ditargetkan, lanjut dia, proses lelang proyek terowongan TIJ-KBS dimulai pada Agustus. Panjangnya sekitar 150 meter. Rencana pembangunan terowongan tersebut bertujuan mencegah kemacetan karena adanya penyeberangan para pengunjung dari parkiran TIJ ke KBS.
Ke depan, TIJ bakal menjadi alternatif lain parkir wisatawan. Sebetulnya, rencana pembangunan terowongan tersebut sudah digaungkan sejak 2020. Proyek itu digadang-gadang menjadi salah satu pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan ekonomi. Anggaran untuk terowongan mencapai Rp 25 miliar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
