Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Juli 2023 | 05.20 WIB

Penerima PIP Puti Guntur Soekarno, PDIP Surabaya Ingin Perkuat Keberlanjutan Program Jokowi

PDI Perjuangan Kota Surabaya mendistribusikan penerima beasiswa program Indonesia pintar (PIP). - Image

PDI Perjuangan Kota Surabaya mendistribusikan penerima beasiswa program Indonesia pintar (PIP).

JawaPos.com–PDI Perjuangan Kota Surabaya mendistribusikan penerima beasiswa program Indonesia pintar (PIP), yang digolkan dari jaring aspirasi Puti Guntur Soekarno, anggota Komisi 10 DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Puti Guntur, politisi PDI Perjuangan, dari Dapil Surabaya-Sidoarjo. Cucu Bung Karno itu gigih memperjuangkan akses pendidikan, terutama bagi warga tidak mampu.

”PIP adalah program pemerintahan Presiden Jokowi, yang dikelola Kementerian Pendidikan Nasional. Dijaring Ibu Puti Guntur Soekarno melalui kader-kader PDI Perjuangan untuk memperkuat akses pendidikan bagi pelajar-pelajar dari keluarga tidak mampu,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

”Program pembangunan Presiden Jokowi telah dirasakan warga, seperti pemberian PIP. PDI Perjuangan mengajak masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program-program pemerintahan Presiden Jokowi di masa depan,” kata Adi.

Pembagian PIP dimulai dari Kecamatan Tambaksari, Sabtu (8/7) malam. Dihadiri Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Baktiono, yang juga Ketua Komisi C bidang pembangunan DPRD Kota Surabaya. Juga Ketua PAC PDIP Kecamatan Tambaksari Arif Wirawan dan para kader banteng.

Kemudian Minggu (9/7), berlanjut ke Kecamatan Mulyorejo dan Asemrowo, lalu Krembangan dan Sukomanunggal. Dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Tenaga Ahli Puti Guntur Soekarno, Aliyudin dan Rizal.

”PDI Perjuangan sangat concern untuk memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kalangan wong cilik, kaum marhaen. Kader-kader banteng terus melakukan pendampingan pendidikan dan mencegah anak-anak pelajar putus sekolah. Di pihak lain, kita bersama-sama melahirkan generasi-generasi terpelajar yang akan memimpin Indonesia di semua bidang, di masa depan,” ucap Adi.

Di Kota Surabaya telah diformulasikan sejumlah kebijakan pemerintahan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji yang berbasis kebutuhan warga masyarakat. ”Seperti pendidikan gratis untuk jenjang SD negeri dan SMP negeri, juga pemberian seragam gratis untuk pelajar tidak mampu, dari sekolah negeri maupun swasta,” kata Armuji.

”Untuk jenjang SMA dan SMK, Pemkot Surabaya telah mengintervensi pembiayaan pelajar melalui pemberian beasiswa pemuda tangguh. Tahun ini, satu bulan mendapat Rp 200 ribu per orang tiap bulan,” tambah Armuji.

”Kita jaga jenjang pendidikan dari anak-anak Surabaya, supaya dapat terus berlanjut ke level yang paling tinggi. Jangan sampai ada yang putus sekolah,” papar Armuji.

Tahun ini, PDI Perjuangan Kota Surabaya berhasil menjaring 6.152 penerima manfaat PIP, kebanyakan dari keluarga tidak mampu di level SD, SMP, SMA, dan SMK. Pada jenjang pelajar SD, penerima manfaat PIP mendapatkan Rp 450 ribu satu tahun. Jenjang SMP Rp 750 ribu dan jenjang SMA/SMK Rp 1 juta.

”Semua harus seratus persen untuk keperluan pendidikan putra-putrinya,” kata Baktiono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore