Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2023 | 21.12 WIB

PPDB Surabaya: Jarak Sekolah 700 Meter, tapi Tak Bisa Daftar Sekolah

TAMPUNG KELUHAN: Sejumlah orang tua mengadukan persoalan PPDB zonasi kemarin (20/6). Mereka mengaku tidak bisa memilih sekolah yang berada di dekat rumahnya. - Image

TAMPUNG KELUHAN: Sejumlah orang tua mengadukan persoalan PPDB zonasi kemarin (20/6). Mereka mengaku tidak bisa memilih sekolah yang berada di dekat rumahnya.

JawaPos.com – Di depan petugas posko PPDB Dispendik Surabaya, Ismiyati menumpahkan masalahnya. Nama anaknya tidak muncul saat mendaftar di sekolah dekat rumahnya. Padahal, jarak rumah dan sekolah itu sangat dekat.

”Tetangga saya daftar di zona 1 (zonasi kota) dan zona 2 (zonasi kecamatan). Padahal, rumah saya dekat sekolah, tetapi nama anak saya tidak muncul. Tahu gitu saya daftar juga di zona 1 dan 2, bukan zona 1 pilih dua sekolah,” ujarnya, Selasa (20/6).

Warga Sukolilo itu ingin segera mendapatkan kepastian sekolah mana yang bisa menampung anaknya. Sebab, berdasar jarak, SMP Negeri 19 dan SMP Negeri 52 sama-sama dekat dengan rumahnya. Namun, sistem PPDB dinilainya tidak jelas.

Menurut Ismiyati, tetangganya yang memilih dua zona pendaftaran pasti memiliki kesempatan yang lebih besar anaknya masuk ke sekolah negeri. Sedangkan, dia masih harus mencari sekolah lain. Ismiyati menyesal dengan keputusannya untuk memilih zona 1 dan memilih dua sekolah.

”Saya tidak merasa iri, tapi yang namanya orang tua ya khawatir sendiri. Sekolah tidak menjelaskan, berbeda dengan penjelasan petugas di sini,” paparnya.

Suci juga melayangkan protes. Sebab, di dekat rumahnya, kawasan Tambaksari, jumlah sekolah tak imbang dengan jumlah penduduk. ”Mosok jarak sekolah nggak sampai 700 meter, tapi tidak masuk. Karena penduduk padat, jadi kalah dengan yang dekat-dekat,” ujarnya kesal.

Dia berniat memasukkan anaknya ke sekolah swasta. Namun, dia kembali ragu setelah menerima kabar adanya akreditasi sekolah yang belum standar. Menurut dia, hal itu akan mempersulit ketika masuk ke jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Menanggapi keluhan warga itu, kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya meminta orang tua terus memantau pendaftaran siswa. Sebab, ada banyak pergerakan data. Mulai data masuk hingga keluar.

”Sebenarnya, dalam sistem pun itu sudah muncul rekomendasi jarak sekolah terdekat. Berpatokan dengan hal itu, orang tua jadi lebih gampang. Namun, sering kali ada kendala teknis,” katanya.

Kendala teknis itu, misalnya, saat penitikan, orang tua tidak mengecek kembali posisi titik. ”Waktu pendaftaran pun bisa dikombinasi. Tidak harus zonasi 1 semua,” papar Yusuf. (gal/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore