Logo JawaPos

Pemerintah Pusat Ambil Alih Pengerjaan JLLB dan JLLT, Pemkot Surabaya Diminta Bebaskan Lahan

BELUM BERFUNGSI: Pengendara melintasi jalan luar lingkar barat (JLLB) di kawasan Benowo kemarin (28/5). Pemerintah pusat bakal mengambil alih pembangunan JLLB. - Image

BELUM BERFUNGSI: Pengendara melintasi jalan luar lingkar barat (JLLB) di kawasan Benowo kemarin (28/5). Pemerintah pusat bakal mengambil alih pembangunan JLLB.

JawaPos.com – Selain jalan lingkar luar timur (JLLT), Pemkot Surabaya membangun jalan lingkar luar barat (JLLB). Akses sepanjang 18 kilometer itu membentang dari Romokalisari, Pakal, Sememi, hingga Lakarsantri. Sama dengan JLLT, JLLB berfungsi mengurangi beban lalu lintas jalur utama metropolis dan memperlancar arus kendaraan logistik.

Sayangnya, proyek strategis itu belum juga rampung. Hingga akhir 2022, baru sepanjang 1,050 km jalan yang sudah dibangun. Selain terhambat pembebasan lahan, proyek itu terkendala keterbatasan anggaran. Sebab, saat pandemi, dana pembangunan JLLB dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Tahun ini pembangunan JLLB kembali berlanjut. Sekretaris Pengadaan Tanah BPN Surabaya I Sarul Iswandi mengatakan, minggu lalu pihaknya membebaskan lahan milik perusahaan swasta. Lokasinya berada di kelurahan Tambak Osowilangun.

”Dari luas tanah 68.142 meter persegi yang dimiliki perusahaan itu, 8.243 meter persegi terdampak proyek JLLB,” ujarnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, persoalan anggaran untuk proyek JLLB sudah klir. Sebab, pemkot dipastikan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

”Kami dapat DAK dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 50 miliar. Dicairkan pada tahun ini dan 2024,” paparnya.

Pengerjaan JLLB terbagi menjadi dua, yaitu sisi selatan dan utara. Pada sisi selatan, Adi mengakui belum sepenuhnya lahan dibebaskan. Sosialisasi juga terus dilakukan kepada warga yang lahannya terdampak. ”Masih ada sekitar 80 persen persil milik warga yang belum dibebaskan,” ujarnya.

Tak hanya membantu dari segi pendanaan, pemerintah pusat juga berencana membangun JLLB sekaligus JLLT. ”Dua proyek itu akan dikerjakan Kementerian PUPR,” ucap Kepala DSDABM Surabaya Lilik Arijanto.

Sebelum proyek itu ditarik Kementerian PUPR, pemkot harus menuntaskan pembebasan lahan terlebih dahulu. Menurut Lilik, saat ini masih ada satu persil lahan yang belum dibebaskan. Lokasinya di kawasan Sememi.

”Tapi, sekarang ada persil yang belum dibebaskan. Tinggal sedikit lagi,” jelasnya.

Setali tiga uang dengan proyek JLLT. Pemkot diminta merampungkan pembebasan tanah terlebih dahulu. Untuk JLLT, target lahan yang harus dibebaskan berada di wilayah Kelurahan Kejawan Keputih Tambak hingga Keputih.

”JLLT juga dibangun pemerintah pusat. Setelah lahan dibebaskan, pembangunan dimulai,” kata Lilik. (fur/ann/gal/c7/aph)

PROGRES PEMBANGUNAN JLLB

1. Total panjang JLLB 18 km.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore