
Ilustrasi dana insentif
JawaPos.com - AG, seorang pria asal Taman, menjadi korban penipuan dengan modus penggadaan uang. Pelaku yang baru dua pekan kos di Kedungturi, Taman, itu beraksi seolah-olah bisa memunculkan uang dari tangannya yang kosong. Korban yang terpikat langsung menyetorkan uangnya sebesar Rp 12,5 juta.
Saat dikonfirmasi Jumat (26/5), Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengungkapkan bahwa benar korban telah melaporkan kejadian tersebut. Namun, Novi enggan menjelaskan secara detail, termasuk kabar yang menyebutkan bahwa pelaku yang berinisial HR, 45, telah ditangkap aparat kepolisian.
Korban melaporkan kejadian itu pada Rabu (24/5). Saat ditemui, AG menyatakan bahwa dirinya mengenal pelaku saat nongkrong di salah satu warung kopi daerah Jemundo, Taman, sekitar dua pekan lalu.
AG ngopi bersama kakaknya. Setelah ngobrol, pelaku kemudian mengajak korban ke kosnya di Kedungturi, Taman.
Di sana HR menunjukkan AG triknya dalam menggandakan uang. Pelaku menunjukkan trik tiba-tiba mengeluarkan uang Rp 300 ribu dari tangannya yang sebelumnya kosong.
’’Tiba-tiba ada gitu, saya pikir sakti,’’ tutur pria 42 tahun itu. Dia pun percaya dengan klaim HR bahwa dia bisa menggandakan uang.
Korban dan pelaku kemudian bertemu cukup sering setelah itu. HR kemudian menawarkan kepada korban jika dirinya bisa menggandakan uang sebanyak satu miliar rupiah.
Asalkan, korban mau memberikan uang senilai Rp 15 juta kepadanya. Karena sering melihat trik tipuan pelaku, AG pun langsung mengiyakan.
Bersama dengan keluarganya, AG mendatangi pelaku. AG lalu memberikan uang senilai Rp 15 juta yang didapatnya dari meminjam dan menjual barang-barang miliknya.
’’Selasa (23/5) malam itu, saya memberikan uang tersebut ke pelaku,’’ tuturnya. HR langsung memasukkan uang tersebut ke suatu kotak kayu yang disediakan. AG tidak boleh membuka kotak itu selama seminggu.
Keesokan harinya, rasa kepercayaan AG kepada pelaku turun drastis. Sebab, pelaku tidak bisa dihubungi. Ayah korban yang juga merasa curiga lalu menyuruh AG untuk membuka kotak kayu dari HR.
Benar saja, saat kotak dibuka, uang Rp 15 juta yang harusnya ada di dalam kotak kayu tersebut ternyata hanya bersisa Rp 2,5 juta. ’’Di sana saya baru tahu ternyata saya ditipu,’’ tuturnya.
Sutikno, 56, warga sekitar kos pelaku, menyatakan bahwa HR diamankan polisi pada Kamis (25/5). (eza/c12/any)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
