Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Mei 2023 | 01.07 WIB

Warga Sidoarjo Terpana Aksi Pengganda Uang, Duit Rp 12,5 Juta Melayang

Ilustrasi dana insentif - Image

Ilustrasi dana insentif

JawaPos.com - AG, seorang pria asal Taman, menjadi korban penipuan dengan modus penggadaan uang. Pelaku yang baru dua pekan kos di Kedungturi, Taman, itu beraksi seolah-olah bisa memunculkan uang dari tangannya yang kosong. Korban yang terpikat langsung menyetorkan uangnya sebesar Rp 12,5 juta.

Saat dikonfirmasi Jumat (26/5), Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengungkapkan bahwa benar korban telah melaporkan kejadian tersebut. Namun, Novi enggan menjelaskan secara detail, termasuk kabar yang menyebutkan bahwa pelaku yang berinisial HR, 45, telah ditangkap aparat kepolisian.

Korban melaporkan kejadian itu pada Rabu (24/5). Saat ditemui, AG menyatakan bahwa dirinya mengenal pelaku saat nongkrong di salah satu warung kopi daerah Jemundo, Taman, sekitar dua pekan lalu.

AG ngopi bersama kakaknya. Setelah ngobrol, pelaku kemudian mengajak korban ke kosnya di Kedungturi, Taman.

Di sana HR menunjukkan AG triknya dalam menggandakan uang. Pelaku menunjukkan trik tiba-tiba mengeluarkan uang Rp 300 ribu dari tangannya yang sebelumnya kosong.

’’Tiba-tiba ada gitu, saya pikir sakti,’’ tutur pria 42 tahun itu. Dia pun percaya dengan klaim HR bahwa dia bisa menggandakan uang.

Korban dan pelaku kemudian bertemu cukup sering setelah itu. HR kemudian menawarkan kepada korban jika dirinya bisa menggandakan uang sebanyak satu miliar rupiah.

Asalkan, korban mau memberikan uang senilai Rp 15 juta kepadanya. Karena sering melihat trik tipuan pelaku, AG pun langsung mengiyakan.

Bersama dengan keluarganya, AG mendatangi pelaku. AG lalu memberikan uang senilai Rp 15 juta yang didapatnya dari meminjam dan menjual barang-barang miliknya.

’’Selasa (23/5) malam itu, saya memberikan uang tersebut ke pelaku,’’ tuturnya. HR langsung memasukkan uang tersebut ke suatu kotak kayu yang disediakan. AG tidak boleh membuka kotak itu selama seminggu.

Keesokan harinya, rasa kepercayaan AG kepada pelaku turun drastis. Sebab, pelaku tidak bisa dihubungi. Ayah korban yang juga merasa curiga lalu menyuruh AG untuk membuka kotak kayu dari HR.

Benar saja, saat kotak dibuka, uang Rp 15 juta yang harusnya ada di dalam kotak kayu tersebut ternyata hanya bersisa Rp 2,5 juta. ’’Di sana saya baru tahu ternyata saya ditipu,’’ tuturnya.

Sutikno, 56, warga sekitar kos pelaku, menyatakan bahwa HR diamankan polisi pada Kamis (25/5). (eza/c12/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore