
TERUS BERJUANG: Susi menunjukkan foto kakaknya, Nita, dan keponakannya, Dimas, Sabtu (20/5). Mereka menjadi korban pembaran oleh suami Nita sekaligus ayah tiri Dimas pada 13 April.
JawaPos.com – Jaminan bantuan dari Pemkot Surabaya dan RSUD dr Soetomo (RSDS) untuk korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Sambikerep sangat melegakan pihak keluarga. Dimas Reza Leo, salah seorang korban KDRT dengan cara dibakar, sedang bersiap menjalani operasi ke-6. Operasi itu bertujuan memperbaiki jaringan pada tubuhnya yang rusak.
Susi, tante Dimas, menyatakan bahwa keponakannya itu sudah bisa diajak berkomunikasi setelah lebih dari sebulan setengah menjalani perawatan intensif pasca kejadian 13 April itu. Makannya pun lahap.
Sebagian perban yang sebelumnya melilit sekujur tubuh dan muka sudah dilepas karena luka bakar hampir 80 persen itu. ’’Luka bakarnya yang masih diperban 12 persen. Yang masih ada di kaki dan tangan,’’ ujar Susi saat ditemui Jawa Pos, Sabtu (20/5).
Pangkal perkara KDRT itu disebabkan Sutikno, 56, yang tega menyiram bensin ke arah Nita Nur Zulaiha (istri) dan kedua anaknya, termasuk Dimas. Akibatnya, mereka mengalami luka bakar hebat. Bahkan, Nita, 36, harus tutup usia karena luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Sutikno yang juga pelaku yang turut tersambar api pun sedang dirawat di RSDS. Kondisinya terus membaik.
Susi pun berterima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Pemkot Surabaya dan RSDS. Biaya perawatan tersebut sudah tembus Rp 400 juta. Dia sempat bingung soal tagihan biaya perawatan yang begitu besar.
Namun, sekarang semua sudah terjawab, Pemkot Surabaya dan RSDS menanggung semuanya. ’’Saya berterima kasih ke Pak Eri (wali kota Surabaya, Red) sudah dibantu banyak. Pak RT dan lurah juga membantu di sini,’’ ujarnya.
Meskipun sudah ada yang menanggung, masih dibutuhkan proses panjang hingga Dimas bisa pulih. Namun, yang pasti kondisi Dimas tidak bisa kembali seperti dulu. Berat memang masalah yang harus dihadapi remaja kelas II SMK itu.
’’Dia itu cita-citanya ingin jadi polisi. Tapi, sekarang kan sudah cacat, apa bisa Dimas jadi polisi? Ibunya berjuang keras ya karena ingin anaknya bisa kuliah berhasil, jadi polisi,’’ cerita Susi dengan suara bergetar.
Saban hari Nita bekerja serabutan. Mulai jual gorengan hingga menjadi pembantu rumah tangga. Dia menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi kedua anaknya.
Susi pun bertekad akan merawat kedua anak Nita. Dia meniatkan diri untuk menjadi orang tua asuh mereka. Merawat seperti anaknya sendiri. ’’Nanti saya pindah ke Surabaya. Nemani Dimas dan Bagus di sini,’’ ujarnya.
Soal Sutikno, Susi pun sudah bertemu dengannya. Kondisinya membaik dan sudah bisa duduk dan makan biasa. Saat bertemu, Susi mengatakan bahwa Sutikno meminta maaf langsung kepadanya.
’’Kalau saya diminta memaafkan secara manusia, saya maafkan. Tetapi, tetap hukuman berjalan, sesuai dengan yang dia lakukan ke kakak saya,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati menyatakan, urusan pendidikan akan dibantu Pemkot Surabaya. Mereka masih punya masa depan yang harus dicapai. Pemkot akan memastikan hal itu.
’’Yang kami upayakan pertama nanti pasti menyembuhkan traumatis mereka. Dengan kejadian seperti itu, pasti ada rasa sakit yang mendalam. Soal pendidikan, akan kami upayakan terus,’’ katanya. (gal/c12/jun)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
