
KONSENTRASI: Calon mahasiswa baru saat mengikuti ujian tulis berbasi komputer di ITS.
JawaPos.com - Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tetap menggunakan nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk seleksi jalur mandiri. Selain nilai UTBK, dua kampus itu akan menambah tes kompetensi akademik (TKA).
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyatakan, nilai UTBK tetap menjadi salah satu komponen penilaian di jalur mandiri. Jadi, peserta harus memiliki nilai UTBK yang nanti dilengkapi dengan TKA yang dilaksanakan secara internal Unair.
”TKA ini berkaitan dengan relevansi dan linieritas jurusan para peserta di sekolah dengan prodi yang akan dipilih,” katanya.
Saat ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerapkan program Merdeka Belajar. Program tersebut membebaskan siswa memilih prodi apa pun meski tidak linier dengan jurusan di sekolah.
”Jangan sampai mereka mengalami kesulitan ketika mengikuti perkuliahan. Jadi, boleh saja anak IPS masuk farmasi, tetapi harus lulus TKA,” ujar Nasih.
Menurut Nasih, Unair akan mencoba menstandardisasi dengan menambah TKA untuk masuk jalur mandiri. Berdasar pengalaman jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), ada beberapa siswa IPS yang mendaftar prodi saintek. Sementara, banyak materi jurusan IPS yang tidak dipakai pada prodi saintek.
”Meski eranya merdeka belajar, siswa harus tetap bertanggung jawab terhadap prodi yang dipilih,” tuturnya.
Nasih berharap tidak ada mahasiswa yang di-drop out (DO) karena tidak bisa mengikuti perkuliahan akibat jurusan tidak linier. Karena itu, pada awal semester akan ada mata kuliah dasar.
”Beberapa semester awal akan dievaluasi. Kalau nilainya D atau E, mohon maaf kalau di-DO,” ujarnya.
Wakil Rektor I ITS Prof Adi Soeprijanto menjelaskan, nilai UTBK akan dipakai di jalur mandiri ITS dan ditambah TKA. Sebab, nilai UTBK tahun ini hanya mengukur tes skolastik, penalaran matematika, dan literasi bahasa.
”Di jalur mandiri akan ditambah tes materi bidang atau TKA,” ungkapnya.
Adi menyampaikan, ITS memiliki tiga jalur seleksi. Yakni, kemitraan, mandiri, dan prestasi. Jalur prestasi menggunakan prestasi tanpa nilai UTBK dan tes. Lalu, jalur kemitraan diperuntukkan putra-putri mitra ITS. Seleksinya hampir sama dengan mandiri. (ayu/c14/aph)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
