
AKTIVITAS: Penumpang berada di area boarding Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara. Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak menyitabanyak barang milik pemudik yang tidak dilengkapi surat balai karantina.
JawaPos.com – Setiap hari selama arus mudik Lebaran, petugas berhasil menyita puluhan barang terlarang milik penumpang. Itu dilakukan untuk menjaga keamanan selama kapal berlayar. Meski disita petugas, barang tersebut masih bisa diambil lagi oleh keluarga atau saudara para penumpang.
General Manager Kalimas & Terminal Penumpang GSN Dhany Rachmat Agustian mengatakan, setiap sif jaga, petugas keamanan berhasil mengamankan enam jenis barang yang tidak boleh dibawa penumpang. Peraturan itu sebenarnya sudah sering disosialisasikan kepada para penumpang.
’’Agar penumpang tidak membawa barang yang dilarang masuk kapal,’’ paparnya Rabu (10/5).
Namun, masih ada saja penumpang membawa barang yang dilarang petugas. Khususnya pada musim angkutan Lebaran yang baru saja berakhir. Dhany menjelaskan, penyitaan barang tersebut dilakukan demi keamanan seluruh penumpang saat berlayar.
Jenis barang yang dilarang dibawa penumpang ke kapal beragam. Mulai senjata tajam, tanaman, hingga hewan. Khusus jenis tanaman dan hewan, harus ada surat izin dari balai karantina pertanian supaya bisa dibawa masuk ke kapal.
’’Mayoritas saat arus mudik kemarin, paling banyak yang disita adalah tanaman dan sajam,’’ paparnya.
Dhany mengatakan, barang yang telah disita tetap bisa diambil keluarga atau saudara penumpang kapal. Sebab, saat penyitaan, petugas telah mencatat nama pemilik barang dan nama yang nanti mengambil barang tersebut.
’’Kami memberikan tenggat waktu sampai tiga hari untuk pengambilan barang,’’ paparnya.
Tak hanya penyitaan barang, selama arus mudik terdapat empat penumpang yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum naik kapal. Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya. Tujuannya, memastikan penumpang diperbolehkan berlayar.
’’Ini dilakukan karena terdapat penumpang yang memiliki penyakit dalam bawaan,’’ tambahnya.
Dhany menjelaskan, selama angkutan Lebaran, keterlambatan kapal berkisar satu hingga satu setengah jam. Durasi tersebut masih tergolong normal dan jarang terjadi. Penyebab utamanya faktor alam, yaitu pasang surut air laut.
Berdasar data yang diperoleh, arus mudik tahun ini meningkat 30,67 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Total penumpang naik dan turun sebanyak 209.046 orang. Puncak arus mudik terjadi pada H-4 Lebaran, sedangkan puncak arus balik berlangsung pada H+10.
Dhany mengatakan, puncak arus balik yang terjadi pada kapal laut memang berbeda dengan transportasi lain. Sebab, mayoritas penumpang bekerja pada sektor nonformal atau wirausaha. Dengan begitu, banyak penumpang yang memilih balik seminggu setelah Lebaran.
’’Paling banyak penumpang tujuan Makassar dan Balikpapan,’’ terang Dhany. (ata/c7/tia)
SERBA-SERBI ARUS MUDIK 2023

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
