Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Januari 2023 | 03.33 WIB

PDAM Surabaya Gratiskan Pemakaian Air di Bawah 30 Meter Kubik

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono. Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono. Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya memberlakukan tarif baru air minum yang berlaku mulai 1 Januari untuk kategori rumah tangga dengan pemakaian di bawah 30 meter kubik gratis.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono mengatakan, PDAM menggratiskan penggunaan air rumah tangga di bawah 30 meter kubik. Yakni dengan kriteria lebar jalan kurang dari 3 meter, daya listrik terpasang kurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari 45 meter persegi, dan nilai jual objek pajak (NJOP) persil kurang dari Rp 100 juta.

”Namun untuk penggunaan di atas 30 meter kubik dikenakan tarif Rp 2.600,” kata Wisnu seperti dilansir dari Antara.

Harmonisasi tarif baru itu, lanjut dia, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. Selain itu, ada pula Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum bagi BUMD Kabupaten/Kota.

Wisnu mengatakan, dua peraturan itu kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 123 Tahun 2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. ”Tujuannya dalam rangka tarif yang berkeadilan, kalau selama ini dengan tarif yang lama banyak pelanggan yang secara kemampuan ekonomi tidak tepat diberikan subsidi,” ujar Arief Wisnu Cahyono.

Dengan tarif baru, Arief mengatakan, subsidi akan lebih tepat sasaran. Para pelanggan akan dibagi menjadi tiga kelompok. Yaitu, kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3. Setiap kelompok itu, tarifnya disesuaikan dengan beberapa klasifikasi, mulai lebar jalan di depan persil pelanggan, luas bangunan, penggunaan persil, pemakaian listrik (daya listrik terpasang), dan nilai jual objek pajak (NJOP) persil tersebut.

”Pelanggan rumah tangga yang memiliki luas rumah (bangunan) di bawah atau sama dengan 45 meter persegi, lebar jalan 3 meter, daya listrik kurang dari 900 VA, dan NJOP kurang dari Rp 100 juta. Kalau dulu (tarif lama) dikenakan pemakaian di atas 20 meter kubik dikenakan biaya Rp1.800, sekarang malah di atas 30 meter kubik menjadi Rp2.600. Artinya, kenaikannya hanya sekitar 44 persen," kata dia.

Arief mengatakan, kebutuhan dasar dalam pemakaian air adalah 10 meter kubik/bulan. PDAM Surabaya Sembada adalah perusahaan yang melayani kebutuhan dasar penggunaan air.

”Minimal di 10 meter kubik. Bahkan Pak Wali (Eri Cahyadi) meminta untuk rumah tangga tertentu, kebutuhan dasarnya kita cukupi sampai dengan 30 meter kubik dengan digratiskan,” terang Arief Wisnu Cahyono.

Untuk itu, kata dia, masyarakat Kota Surabaya diharapkan memiliki kesadaran dalam menggunakan air sebab selama ini masyarakat dinilai berlebihan dalam menggunakan air.

”Ketika masyarakat memakai di atas 30 meter kubik itu sudah sangat di atas rata-rata nasional, saya anggap sebagai sesuatu yang boros, konsekuensinya harus membayar sesuai dengan harganya. Tetapi bicara pelayanan kami gratiskan untuk kelompok tertentu,” papar Wisnu.

Dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan di era digitalisasi, lanjut dia, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya telah meluncurkan aplikasi Customer Information System (CIS). Aplikasi CIS itu merupakan pengembangan dari aplikasi PDAM Surabaya yang sudah ada sebelumnya.

CIS disesuaikan dengan semakin meningkatnya kebutuhan pelanggan, yang tadinya hanya melihat informasi pemakaian, penyampaian keluhan, pencatatan meter mandiri dan pendaftaran pasang baru. Saat ini sudah bisa melakukan pembayaran nontunai.

”Sosialisasi harmonisasi tarif sudah dilakukan lama, sekarang CIS bisa mengunduh di playstore pada telepon genggam dengan OS Android. Di situ pelanggan bisa melihat jumlah pemakaian bulan lalu atau bulan ini, bisa langsung membayar di situ, tidak perlu keluar aplikasi. Semua sudah dilayani dalam satu aplikasi,” tutur Arief Wisnu Cahyono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore