
UMRAH KEMBALI DIBUKA: Sejumlah calon jemaah umrah dari berbagai daerah di Jawa Timur saat memasuki T2 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
JawaPos.com – Tarif hotel di Arab Saudi naik signifikan. Hal itu membuat biaya umrah ikut melambung. Terutama pada waktu peak season seperti sekarang.
Forum Komunikasi Pengusaha Travel Umrah Haji (FK Patuh) Jatim memberikan imbauan kepada pengusaha travel agar mem-booking hotel sejak jauh hari. Termasuk menghindari transaksi dengan pihak kedua.
Desember dan Januari adalah puncaknya musim ibadah umrah. Waktu lain adalah saat Ramadan.
Naiknya permintaan itu membuat pengusaha hotel di Arab Saudi mengerek tarif hingga tiga kali lipat. Alasan lain juga untuk menutup kerugian sewaktu pandemi lalu. Karena itu, pihak travel harus putar otak.
Ketua FK Patuh Jatim A. Bajuri mengatakan, biaya umrah untuk saat ini naik Rp 3 juta–5 juta. Kenaikan itu untuk ibadah 9–12 hari. Artinya, yang waktu umrahnya melebihi dari itu bisa lebih mahal lagi.
Langkah menaikkan tarif juga dilakukan oleh maskapai yang mencapai Rp 1,5 juta. Meski demikian, kata Bajuri, jumlah jemaah umrah di Jatim saat ini naik 20–50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi. ’’Sebenarnya, hal seperti ini sudah diketahui travel,’’ ucapnya Senin (2/1) siang.
Bajuri menjelaskan, antisipasi sudah dilakukan dengan menerapkan harga yang berbeda. Keberangkatan Desember–Januari lebih mahal. Namun, situasi juga berubah. Ternyata, biaya operasional melebihi dari yang diperkirakan.
Bahkan, pihaknya mengimbau travel untuk segera pesan hotel. ’’Jangan booking atau transaksi dengan pihak kedua,’’ jelasnya.
FK Patuh Jatim mengimbau booking hotel langsung dengan pengelola. Khawatirnya, saat di Arab hotel tersebut bisa di-cancel sewaktu-waktu. Sebab, ada beberapa pengelola yang tiba-tiba meng-cancel hotel yang sudah dipesan karena ada tamu yang menawar dengan harga lebih tinggi.
Bajuri memperkirakan tarif umrah turun pada Februari nanti. Tapi, harganya naik kembali saat Maret karena memasuki Ramadan.
Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi dan Pemasaran Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jatim Nanik Sutaningtyas menuturkan bahwa pengusaha travel menyesuaikan biaya operasional.
Yang pasti, jemaah yang sudah bayar tidak bisa dikenai biaya tambahan. Kenaikan tersebut hanya untuk jamaah yang baru atau belum bayar. Karena itu, adanya kenaikan tersebut akhirnya ditanggung travel.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
