
Ilustrasi siswa SMP. Alfian Rizal/JawaPos
JawaPos.com - Murid jenjang pendidikan SMP acap kali mengalami fase transisi dari anak-anak menuju remaja. Hal tersebut membawa sejumlah dinamika, tak terkecuali kenakalan remaja. Setidaknya, perilaku perundungan dan merokok menjadi dua kasus yang paling mendominasi.
Hal itu diketahui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bimbingan Konseling (BK) Surabaya setelah melakukan pendataan di 115 SMP negeri dan swasta. Perundungan verbal menduduki posisi pertama dengan rata-rata tingkat kejadian di atas 40 persen. Baik yang dilakukan secara tatap muka maupun melalui media sosial.
’’Yang dikhawatirkan bisa berlanjut ke perundungan fisik atau berkelahi. Biasanya karena mengejek pakai nama orang tua,’’ ungkap Ketua MGMP BK Surabaya Bimo Prasetyo, Selasa (21/12).
Aspek kesehatan murid juga menjadi perhatian pihaknya. Pasalnya, perilaku merokok menduduki kasus tertinggi kedua, terutama pada sekolah yang terletak di kawasan pinggiran Surabaya. Perilaku itu semakin didukung dengan menjamurnya pedagang yang menjual rokok di sekitar sekolah secara bebas. Jika diketahui guru, kumpulan murid langsung melarikan diri.
’’Di lingkungan sekolah saya pun, penjual rokok juga banyak. Biasanya kami mengingatkan murid dengan humanistis saat bertemu keesokan harinya. Saya harap pemkot memberikan intervensi lebih lanjut terkait hal ini,’’ jelas guru SMP Negeri 48 Surabaya itu.
Ada beberapa tantangan atau hambatan saat melakukan upaya penanganan dua kasus tersebut. Di antaranya, murid menutup diri tak mau bercerita, perilaku mereka yang tak menunjukkan gejala mengalami perundungan, atau merasa belum enjoy dengan guru BK. Sebab, masih ada murid yang khawatir jika permasalahan yang diceritakan akan tersebar ke pihak lain.
’’Itu kesulitan kami, kecuali bagi mereka yang datang secara mandiri ke BK biasanya langsung menceritakan permasalahannya,’’ ungkap dia.
Guru pun diharuskan proaktif melakukan observasi kepada setiap murid. Jika tampak gejala seperti melamun, guru lantas mendekati murid supaya mau bercerita. Selain itu, pihaknya memiliki program kader pembimbing teman terbaik (pemantik) yang berasal dari murid. Tujuannya, permasalahan yang ada dapat terdeteksi lebih cepat karena berasal dari teman sebaya.
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Surabaya Syaiful Bachri menyatakan, dua kasus tersebut mendominasi setiap tahun. Dia menilai, hal itu disebabkan murid sedang mencari jati diri dengan menunjukkan eksistensi. Termasuk kurangnya pengawasan dari keluarga, terutama saat pandemi, yang mengakibatkan anak lepas kendali.
’’Misalnya, perundung ingin memperlihatkan bahwa dirinya orang yang kuat. Faktornya karena iri dan ingin menguasai,’’ ujarnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
