
KANTOR PERUSAHAAN DAERAH: Kantor PDAM Surya Sembada di Jalan Prof Dr Moestopo. PDAM belum menyerahkan dividen ke pemkot secara utuh. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com- Kinerja sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) Surabaya belum optimal. Bahkan, ada tiga perusahaan pelat merah yang hingga kini belum menyetor dividen ke pemkot. Itu disebabkan perusahaan tersebut merugi.
Data dividen BUMD itu dihimpun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya per 7 Desember. Ada perusahaan yang sumbangan labanya meningkat hingga 400 persen. Namun, ada pula yang anjlok, tidak menyetor dividen sama sekali.
Total ada 9 BUMD yang dikelola pemkot. Yakni, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), PT Bank Jatim, PT BPR Jatim, PT BPR Surya Artha Utama (SAU), PD Pasar Surya (PDPS), PD Rumah Potong Hewan (PD RPH), PT Surya Karsa Utama (SKU), PD Taman Satwa KBS, dan PDAM Surya Sembada.
Kepala Bapenda Surabaya Musdiq Ali Suhudi mengatakan, tiga BUMD belum menyumbang dividen. Yaitu, PDPS, PT SKU, dan PD RPH. Padahal, target dividen tiga perusahaan daerah itu lebih rendah ketimbang BUMD yang lain. ”PDPS misalnya, target dividennya hanya Rp 93 juta,” tuturnya.
Setoran laba PDAM Surya Sembada juga seret. Belum mencapai target. Dari target Rp 139 miliar, yang terealisasi baru Rp 107 miliar atau setara 77 persen.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Arief Wisnu Cahyono mengatakan, rendahnya dividen itu dipengaruhi beberapa faktor. Salah satu contohnya, penjualan air ke sektor industri yang turun. Itu berpengaruh pada pemasukan perusahaan. ”Meski penjualan turun, produksi kami relatif tetap. Tidak bisa diturunkan untuk mempertahankan tekanan agar suplai air merata,” ujarnya.
BUMD yang paling banyak menyetor dividen adalah PDTS KBS. Laba yang disumbang empat kali lipat lebih tinggi dari target yang ditetapkan. ”Dari target Rp 293 juta kini menjadi Rp 1,15 miliar,” ucap Musdiq.
Kinerja BPR SAU menunjukkan tren positif. Dari target Rp 1,68 miliar, BPR SAU mampu menyumbang dividen Rp 1,77 miliar.
Menurut Musdiq, secara keseluruhan, kinerja BUMD sudah membaik. Sejauh ini, persentase dividen yang sudah masuk kas daerah mencapai 82 persen. Nilainya Rp 138 miliar. ”Untuk mencapai 100 persen memang masih sulit. Sebab, kondisi perekonomian saat ini masih dibayangi efek pandemi,” katanya.
Musdiq optimistis, target dividen BUMD bakal tercapai. Bahkan jauh lebih besar dari patokan pemkot. ”Saya yakin karena akhir tahun merupakan momen liburan. PDTS KBS bisa surplus pendapatan,” tuturnya.
---
TARGET DAN REALISASI DIVIDEN BUMD SURABAYA
PT SIER

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
