
DISITA: Sejumlah petugas gabungan yang dikerahkan oleh Polrestabes Surabaya mengamankan beberapa pengendara yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan di Jalan Demak. Patroli tersebut bertujuan untuk mencegah warga mendapatkan serangan dari gangster. (Al
JawaPos.com - Maklumat tindakan tegas dan terukur sudah dikeluarkan Polrestabes Surabaya. Jika terjadi perlawanan, tembakan dihalalkan untuk dilepaskan. Namun, bukan itu saja upaya untuk menumpas geng. Pentolan geng juga diburu untuk dibasmi hingga ke akarnya.
Ketua masing-masing geng kini menjadi buron utama. Sebab, dari mereka semua, komando di lapangan dipegang. Jika ketua geng tertangkap, aparat bisa menelusuri siapa saja anggota di bawahnya yang telah bergabung dalam geng anarkistis itu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya bersama kepolisian dan TNI berupaya menggali informasi siapa pentolan mereka. Dia ingin semua anggota yang terlibat dipetakan agar Pemkot Surabaya bisa bergerak cepat untuk membasmi geng hingga lapisan bawah.
’’Ketika nanti sudah tertangkap ketua gengnya, kami telusuri semua anggotanya. Nanti kami jemput dan beri pembinaan wawasan kebangsaan,’’ ujarnya.
Menurut dia, akar masalah dari geng tersebut adalah pendidikan karakter mereka yang masih lemah. Ketika mereka mendapat pembinaan, Eri ingin ’’cuci otak’’ dilakukan agar bisa diarahkan ke hal positif.
’’Saya yakin saat wawasan kebangsaan itu dib, mereka akan semakin cinta dengan kotanya. Lebih dari sebelumnya,’’ papar Eri.
Hal itu memang perlu dilakukan. Sebab, aksi geng sepertinya sudah mengakar. Dari pengamatan Jawa Pos, aksi konvoi dengan membawa sajam oleh para gangster tidak hanya terjadi dalam dua bulan terakhir, tapi sejak tahun lalu. Para gangster itu meng-upload aksi mereka di Instagram dan TikTok. Sejumlah jalan di Surabaya menjadi arena mereka untuk unjuk diri.
Aksi serupa tidak hanya dilakukan satu geng. Tapi, banyak geng kecil yang berpartisipasi. Sesekali mereka mengadakan gathering bersama. Beberapa nama geng tersebut adalah Team Guk Guk Guk, Texas Santai, Suka Stress, dan Gaza. Ada juga yang membentuk perwakilan di setiap daerah. Misalnya, Surabaya Mystery dan Sidoarjo Mystery.
Dari media sosial anggota, aktivitas perkumpulan tersebut terbentuk cukup lama. Terlihat seperti aksi lomba balap sepeda ontel dan lari tanpa alas kaki yang populer saat pandemi Covid-19. Kemudian berkembang menjadi aksi teror dengan sajam.
Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto menyebut lurah dan camat dikerahkan untuk berpatroli sampai subuh. Sebagai bentuk dukungan, dia meminta siskamling digiatkan lagi. Arus keluar masuk juga diatur.
’’Kami melihat banyak yang sudah menerapkan one gate system,’’ katanya.
GENG YANG TERIDENTIFIKASI
1. All Star
2. Gukguk
3. Kwok-Kwok
4. Timur Mistery
5. Pangselan Boys
6. Warbuk (Warung Ibuk)
7. Wekwek
8. All Best
9. HAH

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
