Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Oktober 2022 | 01.05 WIB

Harga Properti Makin Mahal, Generasi Milenial Sulit Miliki Hunian

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos) - Image

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos)

JawaPos.com- Penyelenggaraan 28th Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) World Congress 2022 di Shangri-La Hotel Surabaya, .diikuti berbagai perwakilan internasional. Pakar dan praktisi hadir dari berbagai negara. Mulai Pakistan, Korea Selatan, Australia, hingga Malaysia.

Mereka antara lain membahas permukiman masa depan dengan berbagai perubahan lingkungan atau iklim yang menyertai. ’’Pola perkembangan wilayah ini terus berubah. Dan perubahannya makin cepat akibat pandemi juga. Ini memunculkan tantangan baru,’’ ucap Presiden EAROHP Emil E. Dardak, Kamis (6/10).

Isu permukiman dan wilayah juga makin rumit karena adanya perubahan iklim. Emil menyatakan, kongres internasional tersebut dihelat untuk mewadahi pakar hingga praktisi di berbagai wilayah. ’’Wilayah Asia dan Australia ini memiliki beberapa karakter yang sama. Jadi, wadah ini mempertemukan banyak pihak supaya kita bisa mencari solusi bersama,’’ katanya.

Dalam kongres yang dihelat hingga 8 Oktober mendatang itu, beberapa subtema yang diangkat menyoroti mitigasi bencana, perencanaan wilayah dan kota, percepatan pemulihan ekonomi pasca-Covid-19, hingga aspek keberlanjutan dalam permukiman.

Emil menjelaskan, solusi yang dibutuhkan tak bisa sepotong-sepotong. Semua pihak perlu urun rembuk. ’’Termasuk pihak swasta. Kami juga membahas pembangunan tol, bagaimana supaya tidak kontradiktif dengan adanya transportasi publik,’’ sambungnya.

Salah satu isu yang banyak diperbincangkan adalah kepemilikan hunian. Isu generasi milenial dan generasi selanjutnya yang sulit memiliki hunian pribadi karena harga properti yang kian mahal turut disorot. Emil menyatakan, ada hasil penelitian yang menunjukkan adanya penurunan persentase perbaikan pendapatan generasi saat ini.

’’Penelitian yang membandingkan income orang tua dengan anak sudah dilakukan pada 1960-an. Hasilnya, 90 persen income anak lebih baik,’’ jelasnya.

Penelitian serupa dilakukan kembali pada era 2010. Persentase tersebut menurun 50 persen saja. ’’Selain properti yang mahal, kita makin banyak kebutuhan. Itu juga jadi tantangan yang perlu dibahas,’’ sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, Emil berharap ada usulan-usulan baru demi menyelesaikan beragam masalah permukiman saat ini dan masa depan.

Sementara itu, Wali Kota Kuala Lumpur Datuk Sri Mahadi Che Ngah juga ikut menyoroti isu lingkungan. Perubahan iklim sudah jadi agenda penting bagi banyak negara. ’’Hilangnya harta benda bisa terjadi akibat iklim yang luar biasa,’’ tuturnya. Usaha yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana warga menekan laju kenaikan suhu global.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore