
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos)
JawaPos.com- Penyelenggaraan 28th Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) World Congress 2022 di Shangri-La Hotel Surabaya, .diikuti berbagai perwakilan internasional. Pakar dan praktisi hadir dari berbagai negara. Mulai Pakistan, Korea Selatan, Australia, hingga Malaysia.
Mereka antara lain membahas permukiman masa depan dengan berbagai perubahan lingkungan atau iklim yang menyertai. ’’Pola perkembangan wilayah ini terus berubah. Dan perubahannya makin cepat akibat pandemi juga. Ini memunculkan tantangan baru,’’ ucap Presiden EAROHP Emil E. Dardak, Kamis (6/10).
Isu permukiman dan wilayah juga makin rumit karena adanya perubahan iklim. Emil menyatakan, kongres internasional tersebut dihelat untuk mewadahi pakar hingga praktisi di berbagai wilayah. ’’Wilayah Asia dan Australia ini memiliki beberapa karakter yang sama. Jadi, wadah ini mempertemukan banyak pihak supaya kita bisa mencari solusi bersama,’’ katanya.
Dalam kongres yang dihelat hingga 8 Oktober mendatang itu, beberapa subtema yang diangkat menyoroti mitigasi bencana, perencanaan wilayah dan kota, percepatan pemulihan ekonomi pasca-Covid-19, hingga aspek keberlanjutan dalam permukiman.
Emil menjelaskan, solusi yang dibutuhkan tak bisa sepotong-sepotong. Semua pihak perlu urun rembuk. ’’Termasuk pihak swasta. Kami juga membahas pembangunan tol, bagaimana supaya tidak kontradiktif dengan adanya transportasi publik,’’ sambungnya.
Salah satu isu yang banyak diperbincangkan adalah kepemilikan hunian. Isu generasi milenial dan generasi selanjutnya yang sulit memiliki hunian pribadi karena harga properti yang kian mahal turut disorot. Emil menyatakan, ada hasil penelitian yang menunjukkan adanya penurunan persentase perbaikan pendapatan generasi saat ini.
’’Penelitian yang membandingkan income orang tua dengan anak sudah dilakukan pada 1960-an. Hasilnya, 90 persen income anak lebih baik,’’ jelasnya.
Penelitian serupa dilakukan kembali pada era 2010. Persentase tersebut menurun 50 persen saja. ’’Selain properti yang mahal, kita makin banyak kebutuhan. Itu juga jadi tantangan yang perlu dibahas,’’ sambungnya.
Dalam pertemuan tersebut, Emil berharap ada usulan-usulan baru demi menyelesaikan beragam masalah permukiman saat ini dan masa depan.
Sementara itu, Wali Kota Kuala Lumpur Datuk Sri Mahadi Che Ngah juga ikut menyoroti isu lingkungan. Perubahan iklim sudah jadi agenda penting bagi banyak negara. ’’Hilangnya harta benda bisa terjadi akibat iklim yang luar biasa,’’ tuturnya. Usaha yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana warga menekan laju kenaikan suhu global.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
