Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 September 2022 | 00.48 WIB

Wakil Ketua Komisi C: Segera Aktifkan Rute Baru Suroboyo Bus

PENUNJANG MOBILITAS WARGA: Suroboyo Bus SB12 koridor Purabaya-Jembatan Merah saat melewati Jalan Panglima Besar Sudirman tepat di Monumen Bambu Runcing. Warga menunggu rute baru. (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

PENUNJANG MOBILITAS WARGA: Suroboyo Bus SB12 koridor Purabaya-Jembatan Merah saat melewati Jalan Panglima Besar Sudirman tepat di Monumen Bambu Runcing. Warga menunggu rute baru. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

JawaPos.com - Selain dari sisi penguatan anggaran, upaya mengubah wajah transportasi massal di Surabaya bisa dilakukan dari aktivasi rute yang efektif dan sesuai kebutuhan. Hingga kini, rute-rute yang dilewati Suroboyo Bus (SB) sebagai transportasi massal milik pemkot dinilai kurang efektif. Salah satunya, rute SB di Jalan MERR.

Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati mengatakan, berdasar skema usulan pengembangan transportasi dari dishub, ada lima rute Suroboyo Bus yang belum diresmikan. Kelimanya itu direncanakan diaktifkan pada 2023–2024.

Pemkot didorong tidak perlu menunggu terlalu lama. ”Rute yang tidak ramai coba dievaluasi, kalau perlu dihilangkan misal,” tutur politikus PKS itu.

Salah satu rute baru yang direncanakan pada tahun depan adalah rute Karang Pilang PDAM–Ampel. Rute tersebut diakomodasi dengan 15 unit bus. Kemudian, rute Manukan–Kedung Cowek yang dibuka pada 2024. Dan, ada rute Rungkut–Park and Ride Mayjen Sungkono yang menggunakan 17 unit bus. Rencananya, rute itu dimulai pada 2024.

Dalam menyediakan transportasi massal yang nyaman dan aman, PR pemkot tak berhenti di integrasi rute SB. Aning menyatakan, moda transportasi pengumpan (feeder) juga perlu segera direalisasikan.

Di Semarang, lanjut dia, ada feeder dan sub-feeder. Salah satu usulan rute feeder yang sudah disusun dan direncanakan diresmikan pada tahun ini adalah feeder dari trayek lin V Basuki Rahmat–Kaza. Jumlah feeder-nya lima unit.

Terpisah, anggota komisi C Wiliam Wirakusuma mendorong pemkot agar meluncurkan tiket berbasis langganan khusus pekerja dan wisatawan. Dia meminta tarif tiket langganan per bulan tidak melebihi 5 persen dari upah minimum kota (UMK) Surabaya. Sementara itu, untuk turis, ditawarkan tiket terusan selama tiga hari.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore