Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 September 2022 | 03.55 WIB

Gresik Mulai Bangun TPST di Kedamean, tapi Anggarannya Masih Kecil

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Rencana penambahan kapasitas tempat pembuangan sampah di Gresik segera terealisasi. Tahun ini Pemkab Gresik telah menganggarkan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. Namun, anggaran yang disiapkan masih kecil.

Saat ini dinas lingkungan hidup (DLH) membangun sebagian kecil area TPST seluas 2 hektare tersebut. Dari estimasi anggaran sebesar Rp 8 miliar, pada 2022 ini baru dikucurkan sebesar Rp 1,2 miliar. ’’Memang, plot anggarannya belum bisa sepenuhnya dipenuhi tahun ini,’’ ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Pemkab Gresik Ketut Pratikno.

Anggaran tersebut saat ini digunakan untuk membangun instalasi pengolahan sampah. Namun, baru sebagian kecil. ’’Tahun ini baru sebagian hanggar yang dibangun,’’ imbuh Ketut.

Kecilnya anggaran yang dikucurkan itu, salah satunya, disebabkan area TPST yang berupa perbukitan. Dengan demikian, diperlukan perataan lahan lebih dulu yang membuat pembiayaan berlebih. Itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Meski demikian, TPST tersebut diyakini bakal beroperasi pada 2023. Tahun depan pemkab akan kembali mengucurkan anggaran untuk pembangunan TPST tersebut. Baik menyelesaikan hanggar maupun membangun bangunan penunjang seperti kantor UPT dan gedung penunjang lain.

Ketut menyebutkan, saat sudah beroperasi nanti, TPST Belahanrejo memiliki kapasitas 60 hingga 100 ton per hari. Jumlah tersebut sangat membantu pengurangan kemampuan TPA Ngipik yang saat ini sudah dinyatakan overload. ’’Nanti TPST itu bisa meng-cover sampah dari wilayah selatan. Selama ini kan semua masuk di Ngipik,’’ katanya.

Nanti TPST tersebut dipergunakan sesuai fungsinya. Yakni, pengolahan sampah. Ada pemilihan dan pemilahan dari kategori sampah. Sampah yang bisa dimanfaatkan kembali akan diambil untuk diolah. Apalagi yang memiliki nilai ekonomis.

’’Sejak 2018, TPA Ngipik sudah dinyatakan overload sehingga beroperasinya TPST ini tentu sangat membantu. Mungkin pada akhir 2023 sudah beroperasi,’’ jelas dia.

Perlu diketahui, menurut hasil studi revitalisasi TPA Ngipik tahun 2017, diperkirakan TPA penuh pada 2018. Sejak 2018, kondisi TPA Ngipik sudah dinyatakan overload. Menurut data, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngipik, antara lain, 269 ton/hari pada 2017; 213,79 ton/hari pada 2018; 189,92 ton/hari pada 2019; dan 125,65 ton/hari pada 2020.

Sementara itu, per Desember 2021, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngipik 380 ton/hari. DLH merilis, apabila tren itu tetap, TPA Ngipik sudah tidak bisa menampung sampah pada 2023.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore