
Photo
JawaPos.com- Rencana penambahan kapasitas tempat pembuangan sampah di Gresik segera terealisasi. Tahun ini Pemkab Gresik telah menganggarkan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. Namun, anggaran yang disiapkan masih kecil.
Saat ini dinas lingkungan hidup (DLH) membangun sebagian kecil area TPST seluas 2 hektare tersebut. Dari estimasi anggaran sebesar Rp 8 miliar, pada 2022 ini baru dikucurkan sebesar Rp 1,2 miliar. ’’Memang, plot anggarannya belum bisa sepenuhnya dipenuhi tahun ini,’’ ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Pemkab Gresik Ketut Pratikno.
Anggaran tersebut saat ini digunakan untuk membangun instalasi pengolahan sampah. Namun, baru sebagian kecil. ’’Tahun ini baru sebagian hanggar yang dibangun,’’ imbuh Ketut.
Kecilnya anggaran yang dikucurkan itu, salah satunya, disebabkan area TPST yang berupa perbukitan. Dengan demikian, diperlukan perataan lahan lebih dulu yang membuat pembiayaan berlebih. Itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Meski demikian, TPST tersebut diyakini bakal beroperasi pada 2023. Tahun depan pemkab akan kembali mengucurkan anggaran untuk pembangunan TPST tersebut. Baik menyelesaikan hanggar maupun membangun bangunan penunjang seperti kantor UPT dan gedung penunjang lain.
Ketut menyebutkan, saat sudah beroperasi nanti, TPST Belahanrejo memiliki kapasitas 60 hingga 100 ton per hari. Jumlah tersebut sangat membantu pengurangan kemampuan TPA Ngipik yang saat ini sudah dinyatakan overload. ’’Nanti TPST itu bisa meng-cover sampah dari wilayah selatan. Selama ini kan semua masuk di Ngipik,’’ katanya.
Nanti TPST tersebut dipergunakan sesuai fungsinya. Yakni, pengolahan sampah. Ada pemilihan dan pemilahan dari kategori sampah. Sampah yang bisa dimanfaatkan kembali akan diambil untuk diolah. Apalagi yang memiliki nilai ekonomis.
’’Sejak 2018, TPA Ngipik sudah dinyatakan overload sehingga beroperasinya TPST ini tentu sangat membantu. Mungkin pada akhir 2023 sudah beroperasi,’’ jelas dia.
Perlu diketahui, menurut hasil studi revitalisasi TPA Ngipik tahun 2017, diperkirakan TPA penuh pada 2018. Sejak 2018, kondisi TPA Ngipik sudah dinyatakan overload. Menurut data, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngipik, antara lain, 269 ton/hari pada 2017; 213,79 ton/hari pada 2018; 189,92 ton/hari pada 2019; dan 125,65 ton/hari pada 2020.
Sementara itu, per Desember 2021, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Ngipik 380 ton/hari. DLH merilis, apabila tren itu tetap, TPA Ngipik sudah tidak bisa menampung sampah pada 2023.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
