Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Agustus 2022 | 23.48 WIB

Pemkot Surabaya Tambah Anggaran untuk Rehabilitasi Saluran

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Tahun depan anggaran penanganan banjir ditambah. Pemkot bakal memfokuskan dana tersebut untuk menambah infrastruktur. Misalnya, rehabilitasi saluran dan penambahan rumah pompa baru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya Hendro Gunawan memastikan penambahan anggaran tersebut. Menurut dia, banyak PR yang masih dimiliki Surabaya.

Sementara, pengerjaan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. ”Logikanya, luas ruang terbuka di Surabaya ini semakin tahun bukannya makin bertambah, tapi malah berkurang. Saat hujan, air tidak meresap, tapi larinya ke saluran,” ungkapnya.

Praktis, beban drainase akan semakin meningkat. Karena itulah, kebutuhan saluran menjadi penting. Sebab, masih banyak saluran yang luasnya terbatas. ”Nah, ini saluran primer, sekunder, dan tersier yang perlu diperhatikan. Termasuk ditambah lagi,” tuturnya.

Selain itu, ada tambahan infrastruktur lain yang masuk list. Yakni, penambahan kapasitas rumah pompa. Keterbatasan kapasitas, menurut dia, menambah waktu tunggu air yang terbuang ke saluran primer. Faktor itu menyumbang waktu tunggu surutnya air.

”Yang kami pikirkan adalah mengurangi dampak kerusakan akibat genangan. Misalnya, jalan yang berlubang karena tergerus air,” katanya.

Hendro memandang langkah itu lebih efisien ketimbang setiap tahun mengalokasikan dana untuk penanganan genangan. Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Lilik Arijanto menyatakan, penanganan banjir di setiap wilayah di Surabaya tidak sama dengan wilayah lain.

Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memetakan apa saja kebutuhannya. Misalnya, untuk menangani banjir di kawasan Jambangan dan Pagesangan, perlu ada sudetan langsung menuju ke saluran outlet.

”Seperti di depan Graha Pangeran itu, kami kerjakan crossing saluran di sana. Kemudian, drainase yang sebelumnya hanya 1 meter kami ganti dengan yang ukuran lebih besar. Seperti di kawasan Kayoon itu, kami garap dan ganti dengan box culvert yang lebih lebar,” terang Lilik.

Selain itu, saluran-saluran peninggalan Belanda yang terkubur diaktivasi lagi. Menurut dia, saluran tersebut bisa membantu pembuangan air menuju Kalimas. Daripada pembangunan saluran baru, cara itu lebih efisien dan hemat waktu.

”Di Embong Malang dan dekat Siola yang menuju ke Praban sudah ketemu. Diameternya sekitar 80–100 sentimeter. Memang butuh waktu karena informasinya minim sekali. Apalagi, kami tidak memiliki cetak birunya,” ungkap Lilik.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore