
Photo
JawaPos.com- Pengerjaan perbaikan plengsengan sungai di Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya, sempat mundur satu hari. Hal itu disebabkan keterlambatan datangnya alat berat. Khususnya crane pemasang pancang corrugated concrete sheet pile (CCSP) beton. Meski begitu, penggalian tanah telah dimulai kemarin (14/8).
Dari pantauan Jawa Pos, penggalian fondasi CCSP beton itu menggunakan satu backhoe dengan titik pengerjaan dimulai di depan RS Onkologi Jalan Arif Rahman Hakim.
Menurut Wisesa, pelaksana I pengerjaan tanggul sungai, hari pertama pengerjaan fokus pada penggalian sisi bahu jalan. Pihaknya berlomba dengan waktu dan cuaca karena pengerjaan dilakukan siang. ’’Sementara sampai 80 meter kurang lebih. Jika malam cerah, pengerjaan dilanjutkan lagi,’’ katanya di lokasi proyek.
Dia menambahkan, bahu jalan itu digali sebagai lokasi penempatan CCSP beton. Sekadar informasi, CCSP beton merupakan salah satu jenis dinding penahan pada kontur tanah yang bergerak. Seperti di kawasan sungai sepanjang Jalan Kedung Cowek, baik mengarah ke Madura maupun menuju Surabaya. CCSP yang dipasang nanti setinggi 15 meter dengan ketebalan 60 sentimeter.
’’CCSP beton ini yang modelnya W. Nanti dipasang capping atau bekisting juga,’’ ujarnya. CCSP beton bakal dipasang setelah dua alat berat datang. Sebab, tanpa bantuan alat berat, perbaikan kurang maksimal. ’’Kurang lebih ada 300 CCSP nanti. Itu sudah sesuai dengan panjang plengsengan yang diperbaiki,’’ lanjutnya.
Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gunita menyebutkan, mundurnya pengerjaan disebabkan keterlambatan datangnya dua alat berat. Menurut dia, ada alat diesel hammer untuk memasang CCSP beton dan crane pengangkat CCSP. Jika alat besar tersebut tiba, Jalan Arif Rahman Hakim ditutup sementara waktu untuk mempermudah manuver alat berat. ’’Skema rekayasa lalu lintas bakal diterapkan. Jadi, mohon kerja samanya,’’ ujarnya.
Sembari menunggu datangnya dua alat tersebut, Jalan Arif Rahman Hakim dapat dilewati dengan sistem buka tutup.
Meski begitu, Adi memastikan dua alat berat tersebut bisa datang lebih cepat. Dengan begitu, pemasangan CCSP sisi timur pada tahap I bisa segera tuntas. ’’Paling tidak dalam dua hari, galian rampung. Alat dan CCSP segera datang sehingga pemancangan bisa dilakukan,’’ jelasnya.
Adi memastikan, aktivitas sekolah dan perekonomian tetap bisa berjalan. Khusus sekolah, dropping siswa, guru, dan staf dapat dilakukan di sebelah barat pusat perbelanjaan atau Jalan Keputih yang mengarah ke ITS.
Dia mengimbau masyarakat memperhatikan jalan alternatif selama beraktivitas serta melewati jalur rekayasa yang sudah dibuat dinas perhubungan dan kepolisian. ’’Ada akses Jalan Ahmad Dahlan dan Keputih Tegal yang bisa dimanfaatkan,’’ jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
