Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Agustus 2022 | 23.07 WIB

Pasca Ganti 12 Ketua PAC, Ketua Demokrat: Saya Ingin Semua Move On

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Ketua DPC Demokrat Surabaya Lucy Kurniasari tidak ingin persoalan internal partai berlarut-larut pasca musyawarah cabang (muscab). Dia langsung menerbitkan surat keputusan (SK) pengangkatan dewan pimpinan anak cabang (DPAC) baru setelah banyak pengurus sebelumnya yang mundur.

Lucy menerbitkan 12 SK untuk ketua DPAC baru. Yakni, terdiri atas PAC Simokerto, Kenjeran, Pabean Cantian, Gunung Anyar, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Gayungan, Wonokromo, Asemrowo, Dukuh Pakis, dan PAC Lakarsantri.

SK tersebut diserahkan Lucy di kantor DPC Demokrat Surabaya Rabu (3/8) malam. Hadir pada momentum itu para fungsionaris dan 31 PAC. ”Setelah ini, saya ingin semua move on. Ayo tancap gas menangkan Pemilu 2024,” kata Lucy yang disambut tepuk tangan kader.

Dengan komposisi struktur partai saat ini, Lucy optimistis suara Demokrat meningkat pada Pemilu 2024. Pengurus DPC misalnya. Pihaknya sangat mengakomodasi kalangan perempuan. Saat ini komposisi pengurus perempuan DPC Demokrat Surabaya mencapai 45 persen. Padahal, target awal 35 persen. Pengurus kalangan milenial juga sudah lebih dari 20 persen. ”Ini melampaui ekspektasi kami,” jelas Lucy.

Anggota DPR RI itu juga menyinggung pengunduran diri 12 ketua PAC pada 1 Agustus lalu. Menurut dia, mereka memang sudah dijatuhi sanksi saat pelaksanaan muscab. Yang memberi sanksi adalah Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Demokrat.

Penyebabnya, lanjut dia, 12 ketua PAC itu memberikan pilihan ganda. Mereka memilih Herlina Harsono Njoto sekaligus mendukung Lucy. Padahal, berdasar peraturan organisasi (PO) DPP Demokrat, hal itu dilarang keras. ”Secara aturan partai nggak boleh,” ujarnya.

Setelah BPOKK memberikan sanksi, Lucy langsung melakukan fit and proper test. Tujuannya, menyeleksi calon ketua PAC pengganti 12 orang yang mundur. Tidak menunggu lama, SK pun terbit pada 2 Agustus lalu. ”Kita kerja cepat. Tidak pakai nunggu-nunggu lagi. Karena tahapan pemilu sudah berjalan,” tegasnya.

Bagaimana status Herlina? Sekretaris DPC Demokrat Surabaya Junaedi memastikan Herlina masih kader Partai Demokrat. Tapi, dia belum bisa memastikan apakah anggota DPRD Surabaya itu akan menjadi pengurus DPC Demokrat atau tidak.

Hal itu sangat bergantung pada berbagai pertimbangan, khususnya Lucy sebagai ketua DPC Demokrat Surabaya. ”Tapi, saya mendengar beliau masuk ke DPD (DPD Demokrat Jatim, Red),” kata Junaedi.

Terpisah, Jawa Pos berupaya menghubungi Herlina. Sayangnya, Herlina belum memberikan jawaban. Mustakim, mantan ketua PAC Demokrat Kenjeran yang mundur dari jabatannya, memastikan dirinya masih kader Demokrat. Sama halnya dengan 11 rekannya yang juga mundur.

Pihaknya siap diajak bergabung untuk membantu kepengurusan DPD Demokrat Jawa Timur. ”Prinsipnya, kami masih setia jadi kader Demokrat. Cuma, tidak bersedia jadi pengurus PAC,” kata Mustakim.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore