Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Juli 2022 | 02.06 WIB

Warga Rusun Ikut Simulasi Bencana dan Antisipasi Kebakaran

Warga saat mengikuti simulasi bencana dan kebakaran. Humas Pemkot Surabaya - Image

Warga saat mengikuti simulasi bencana dan kebakaran. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Suasana Rusunawa Sombo, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto mencekam, Rabu (20/7). Warga tampak panik berhamburan keluar gedung, sirine berbunyi keras memekakan telinga, sebagai tanda keadaan darurat.

Puluhan warga menyelamatkan diri menuju ke titik kumpul di depan rusunawa. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Yanu Mardianto mengatakan, suasana mencekam itu merupakan bagian dari simulasi mitigasi bencana alam.

Antisipasi dan simulasi itu diberikan khusus kepada warga penghuni Rusunawa Sombo Blok H, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto. BPBD Surabaya bersama Wahana Visi Indonesia dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) berkolaborasi memberikan pengetahuan materi dan praktik mitigasi bencana.

”Tujuannya yaitu, ketika terjadi bencana alam warga tidak mudah panik dan tahu cara melakukan mitigasi penyelamatan diri dan pertolongan pertama ketika ada korban,” kata Yanu.

Menurut Yanu pembekalan itu perlu, karena kota besar seperti Surabaya tidak luput dari bencana alam. Selain itu, risiko terjadi bencana alam di perkotaan bisa dibilang tinggi, oleh sebab itu pengetahuan mitigasi ini penting diberikan kepada warga yang masih awam soal kedaruratan.

Dari hasil kajian BNPB, risiko tertinggi bencana di Kota Surabaya adalah gempa bumi dan kebakaran. Sedangkan yang paling rawan terjadi itu kebakaran di tempat padat penduduk seperti di Rusunawa Sombo. Karena itu, BNPB Surabaya memberikan pengetahuan cara mudah memadamkan titik api dan bagaimana menyikapi bencana tersebut.

”Cuaca ekstrim seperti angin puting beliung juga bisa terjadi di perkotaan. Tapi ada dua yang paling berisiko sangat tinggi, salah satunya kebakaran. Karena ini rawan terjadi di lingkungan padat penduduk seperti rusunawa,” ujar Yanu.

Dalam pelatihan penanggulangan bencana berbasis komunitas (PRBBK) itu, BPBD Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk memberikan pembekalan selama tiga hari kepada warga.

Simulasi mitigasi bencana alam tersebut, lanjut Yanu, rencananya digelar berkelanjutan. Sehingga ketika terjadi bencana, warga tidak mudah panik.

”Simulasi mitigasi bencana, juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) sebagai tim satgas siaga kebencanaan. Harapan kami bisa ditularkan sekaligus melatih warga lain. Kader juga bisa menghubungi kami (BPBD) apabila ingin melakukan sosialisasi berikutnya,” papar Yanu.

Perwakilan dari mahasiswa FKM Unair Fitria Nurus Sakinah ikut memberikan pengetahuan keselamatan kerja dan mitigasi bencana kepada warga Rusunawa Sombo. Simulasi mitigasi bencana itu diharapkan digelar di rusun lain.

”Sehingga ketika ada bencana sungguhan mereka (warga) itu siap menghadapinya,” tutur Fitria.

Kader Surabaya Hebat Kelurahan Simolawang Kholifah mengaku, simulasi itu menjadi pengalaman baru. Ilmu yang didapat saat pembekalan materi dan praktik itu, akan dijadikan pedoman ketika dihadapkan dengan situasi bencana dan kedaruratan.

”Ini menjadi bekal juga bagi kami (Kader Surabaya Hebat) selaku tim satgas siaga bencana. Walaupun sedikit takut, mau tidak mau kami harus berani ketika dihadapkan dengan situasi bencana atau kedaruratan,” ucap Kholifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore