
Arief Budiman, korban komplotan begal laopr polisi. Istimewa
JawaPos.com–Seorang driver ojek online (ojol) motor di Surabaya menjadi korban komplotan begal. Peristiwa itu terjadi saat driver itu istirahat mencari penumpang di malam hari.
Korban adalah Arief Budiman, 24. Dia bahkan hampir kena sabetan senjata tajam.
Karena tak ada orderan, ojol yang tinggal di Kelurahan Gading itu kemudian janjian dengan teman di warung kopi di Jalan Girilaya.
”Saya habis ngalong (berkeliling) dan saya enggak dapat orderan, jadi akhirnya janjian ketemuan sama teman untuk ngopi di kawasan Jalan Girilaya,” kata Arief, Minggu (3/7).
Arief bersama teman memutuskan pulang sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, dia berhenti sejenak di Halte Darmo Permai 2, Jalan Mayjen Sungkono.
Saat itu, kondisi lalu lintas Jalan Mayjen Sungkono Dukuh Pakis sangat sepi. Jarang ada pengendara yang melintas di sepanjang jalan tersebut.
Peristiwa pembegalan bermula saat muncul tiga orang menggunakan satu motor hitam, tanpa menggunakan helm menghampirinya di halte tersebut. Arief mengira mereka berniat tanya arah jalan.
Akan tetapi, salah satu dari ketiga orang tersebut mengayunkan senjata tajam (sajam) ke arah Arief. Untung saja, korban berhasil menghindari serangan tersebut dan berusaha menjauh.
”Saya kita tanya alamat, tapi satu orang itu langsung ngayunkan sajam. Saya reflek menghindar dan lari,” ucap Arief.
Namun, kunci kontak motor Arief masih berada di bangku halte bus. Pelaku pun langsung mengambilnya dan membawa motor korban.
”Mereka lari ke arah Jalan HR Muhammad atau arah ke underpass. Mereka ambil jalur kanan, saya mengira mereka lari ke kawasan Dukuh Kupang,” jelas Arief.
Arief mengaku, ketiga pelaku yang mengambil motornya itu masih remaja. Namun dia tak bisa melihat secara jelas wajahnya sebab mereka menggunakan masker.
”Perkiraan masih remaja, ya anak anak, sekitar umur segitu. Dari ciri fisiknya, mereka enggak lebih tinggi dari saya,” terang Arief.
Arief tak hanya kehilangan motor itu. Dompet yang berisi KTP, SIM, STNK, ATM, uang tunai juga amblas digondol komplotan begal.
Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Agung Widiyoko mengatakan, korban sudah membuat laporan. Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki kasus komplotan begal yang membawa sajam itu.
”Korban warga Kapasan, namanya Arief. Korban langsung ke polsek buat laporan jam 5-an. Korban tidak ada luka,” terang Agung.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
