
Photo
JawaPos.com- Rencana pelebaran Jalan Raya Manyar, Gresik, terus dimatangkan. Selasa (14/6) sore, masyarakat mendapatkan sosialisasi dari Bupati Fandi Akhmad Yani dan perwakilan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Pemkab Gresik menargetkan seluruh lapak terelokasi pada Agustus 2022.
Warga pun mendukung program pelebaran Jalan Raya Manyar itu. Namun, untuk relokasi, sebagian warga mengusulkan lapak tetap berada di pinggir jalan. Padahal, Pemkab Gresik sudah menyiapkan lahan dengan dilengkapi fasilitas umum dan fasilitas sosial. Lokasinya tidak jauh dari tempat lama, yakni masih berada di Desa Manyar, Sidomukti. Hanya, lebih masuk ke kampung.
Yani--panggilan Fandi Akhmad Yani--memastikan bahwa relokasi itu sangat menguntungkan para pemilik kios di jalan nasional tersebut. Sebab, pemkab bermaksud menata kios supaya rapi dan semakin baik. ’’Nanti mudah-mudahan tambah ramai karena di jalan itu juga ramai dilalui kendaraan,’’ ucapnya.
Dia melanjutkan, nanti di tempat relokasi itu ada tambahan fasum dan fasos. Mulai tempat parkir, musala, hingga toilet. Alumnus Universitas Airlangga itu menyatakan, nanti pelebaran Jalan Manyar tersebut dilakukan secara bertahap. Tahun ini diupayakan mencapai 1 kilometer, kemudian dilanjutkan tahun depan hingga mencapai 3,7 kilometer.
Pihaknya menargetkan relokasi tersebut mulai berlangsung Juli nanti dengan estimasi selesai pada Agustus. Dengan demikian, pada akhir Agustus, BBPJN sudah bisa menyerahkan skema pengerjaannya.
Sementara itu, perwakilan BBPJN Sentot Wijayanto menyatakan, pelebaran tersebut menggunakan dana APBN yang menyasar 3,7 kilometer yang dilakukan secara bertahap. Nanti Jalan Manyar tersebut memiliki lebar 22 meter dengan empat lajur di dua jalur.
Menurut Sentot, Jalan Manyar akan memiliki desain perkotaan. Nanti juga dijadikan pusat industri yang memiliki jangkauan internasional. ’’Desainnya sudah modern sesuai amanat Perpres 80/2029,’’ ujarnya.
Perlu diketahui, di sepanjang Jalan Manyar itu, terdapat 199 kios. Di antara jumlah tersebut, 70 kios milik warga Manyar Kompleks dan sisanya milik warga luar Manyar.
Seorang warga bertanya kepada bupati mengenai kapan kepastian relokasi itu. Sebab, para pemilik kios juga perlu bersiap mengemas barang-barang dagangan mereka. ’’Agar kami siap-siap. Sebab, dagangan kami juga ada yang titipan. Tapi, kami sepenuhnya mendukung,’’ ujar seorang warga tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
