
Akhmad Muzzaki. (Humas Unisa untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Gedung Kementerian Agama (Kemenag) RI Jakarta menjadi saksi bisu bagi Prof Dr Akhmad Muzakki. Kemarin dia dilantik oleh Menteri Agama Yaqut Cholil sebagai rektor baru Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Dari empat kandidat, dia dipercaya untuk menggantikan rektor terdahulu.
Baginya, status sebagai pimpinan UINSA Surabaya bukanlah suatu prestasi yang harus dibanggakan. Namun, merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Karena itu, tata kelola lingkungan kampus Islam tersebut tidak boleh dilakukan secara mainstream atau biasa saja.
”Harus kerja luar biasa untuk kemajuan UINSA. Tidak boleh mainstream,’’ ucap pria bergelar PhD dari The University of Queensland itu.
Pria 48 tahun tersebut mengungkapkan, alasannya mendaftar pencalonan rektor bukan hanya panggilan akademik. Tapi, juga merupakan panggilan nurani dan panggilan umat yang harus dijalankan dengan baik. Muzakki yakin UINSA Surabaya bakal memberikan kemajuan besar bagi bangsa dan umat. ”Terutama dari sektor akademik. Tentunya, itu suatu kemuliaan,’’ terangnya.
Target superior dimiliki rektor baru itu. Yakni, menjadikan UINSA Surabaya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) pertama yang berhasil masuk 10 besar perguruan Islam terbaik se-Asia.
Menurut dia, UINSA Surabaya adalah milik semua orang dan bukan milik salah satu kubu tertentu. ”Mari kita bangun kampus ini bersama-sama,’’ ujarnya.
Strategi yang dimilikinya disebut lima pilar dasar. Pertama, dia ingin mempersiapkan UINSA Surabaya sebagai pusat seluruh riset Islam. Lalu, menjadikan kampus Islam tersebut pro dengan kalangan bawah. Karena itu, semua anak bangsa bisa mengenyam pendidikan. ”Karena kemuliaan perguruan tinggi enggak dilihat dari banyaknya mobil di parkiran kampus,’’ ungkapnya.
Kampus di Jalan Ahmad Yani itu juga akan dikonsep sebagai universitas penulis. Setelah salah satu jurnal UINSA Surabaya berhasil masuk Indeks Scopus Q1, dia yakin akan muncul banyak penulis baru dari mahasiswa maupun dosen. ”Baik penulis ilmiah ataupun penulis buku lainnya,’’ terang pria kelahiran Sidoarjo itu.
Kegiatan perkuliahan juga perlu berbaur dengan masyarakat. Perkuliahan akan didorong untuk memiliki tingkat pendampingan masyarakat. Sebab, di kalangan UINSA Surabaya banyak pemuka agama hingga tokoh masyarakat dengan modal sosial tinggi. ”Istilah lainnya engaged university,’’ ujarnya.
Pandangan ke depan, tren pekerjaan tidak hanya dari sektor formal, tetapi juga dari sektor informal. Oleh sebab itu, dia turut mempersiapkan mahasiswanya untuk memiliki pola pikir lebih kreatif. Tujuannya, tidak hanya mengandalkan pekerjaan dari sektor kantoran. ”Pilar terakhir ya ini. Entrepreneur university,’’ jelasnya.
Menurut dia, apa yang dikonsepnya merupakan pengalaman selama dirinya studi di luar negeri. Dia yakin lima pilar tersebut akan mengangkat UINSA Surabaya menjadi lebih baik lagi. ”Saya ingin merangkai dengan satu kalimat. Yaitu, Islamic sosiopreneur university,’’ jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022