
AKAN BERTAMBAH: Harimau benggala koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal mendapat teman baru dalam waktu dekat (6/6). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Koleksi harimau benggala di Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal bertambah. Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) itu akan mendatangkan harimau benggala dalam waktu dekat. Pengelola kini tinggal menunggu surat rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Jumlah koleksi harimau benggala di KBS saat ini hanya tiga ekor. Dua betina dan satu jantan. Begitu pula harimau Sumatera. Hal itu membuat pengembangan satwa harus dilakukan. ”Kami sudah berkomunikasi dengan Kebun Binatang Serulingmas, Banjarnegara,’’ kata Khoirul Anwar yang kembali ditunjuk sebagai direktur utama (Dirut) KBS.
Menurut Khoirul, dua harimau itu sudah siap didatangkan ke KBS. Hanya, sebulan kemarin satwa tersebut menerkam pawang yang berada di sana. Akibatnya, prosesnya sedikit terhambat. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat permohonan ke KLHK.
Surat tersebut berisi izin permohonan rekomendasi. Hanya, hingga sekarang surat itu belum turun. Menurut Khoirul, setiap minggu perkembangannya selalu di-update. Harapannya, sepasang harimau benggala tersebut bisa segera dikirim ke KBS. ’’Setiap minggu saya telepon untuk tanya surat rekomendasi itu sampai mana,’’ terangnya.
Menurut dia, KBS tinggal menunggu surat rekomendasi turun. Sebab, pihak Kebun Binatang Serulingmas sudah menyepakati rencana tersebut. Sebagai gantinya, KBS juga memberikan sepasang walabi, pelikan, dan rusa bawean.
Tujuannya, ada pengembangbiakan satwa di lembaga konservasi. Nanti harimau benggala itu diharapkan bisa berkembang biak di KBS. Proses breeding juga disiapkan. Khoirul menjelaskan, masalah kawin bergantung pada satwanya.
Sebab, harimau memiliki usia emas. Jika dalam usia emas tersebut dirawat dan bisa kawin, proses perkawinannya bisa cepat. ’’Yang kami datangkan nanti usianya di bawah 10 tahun,’’ ucapnya.
Dia menambahkan, pertukaran satwa itu dibutuhkan di lembaga konservasi. Nanti bukan hanya harimau benggala, melainkan juga satwa lainnya. Tujuannya, siklus perkembangbiakan bisa berjalan baik. Dengan demikian, turunannya tidak hanya dari satu lembaga konservasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
