Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Mei 2022 | 02.22 WIB

200 Orang Daftar Adopsi Kucing Telantar di Ruko Surabaya

Beberapa kucing yang terlantar di ruko. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Beberapa kucing yang terlantar di ruko. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Antusiasme warga yang akan mengadopsi kucing yang ditinggalkan pemiliknya di ruko di Kota Surabaya sangat tinggi. Ratusan permintaan mendarat ke komunitas kucing yang memfasilitasi pengadopsian kucing tersebut.

Chandra, perwakilan CLST Indonesia mencatat sudah ada 200 orang yang mendaftar untuk menjadi adopter. ”Sudah ada 200 se-Jawa Timur yang daftar. Tapi terpilih 90-an orang. Maksimal adopsi 2 kucing kecuali yang induk dan anak-anaknya,” papar Chandra saat ditemui di ruko pada Kamis (26/5).

CLST Indonesia sendiri merupakan salah satu komunitas yang membantu untuk mencari adopter bagi ratusan kucing yang ditinggal pemiliknya itu. CLST menjadi komunitas pertama yang dihubungi Pemadam Kebakaran saat kucing itu ditemukan.

”Total ada 135 kucing dan 1 anjing. Lalu ada 90 orang calon adopter dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Paling jauh dari Tulungagung,” jelas Chandra.

Selain CLST Indonesia, komunitas lain yang turut membantu adalah CatCats.id. Novita Eka, perwakilan CatCats.id mengaku senang dengan antusiasme warga. ”Masih banyak kucing yang juga butuh adopsi. Kami berharap warga mau mengadopsi kucing-kucing lain, bukan hanya yang cantik-cantik,” papar Novita.

Untuk pemilihan kucing, Novita menerangkan, adopter bebas memilih. Namun, dia meminta kepada para adopter untuk tidak memilih kucing yang keadaan bagus. Sebab, kucing-kucing di dalam ruko ini semuanya memprihatinkan.

”Banyak orang bilang, aku mau yang bagus. Ini padahal semuanya tersiksa di sini, tolong jangan pilih kasih,” ucap Novita.

Bila kucing di ruko itu belum teradopsi semua, akan dikirimkan ke shelter di luar Surabaya. ”Kalau ada lebih dikirim ke shelter luar Surabaya. Kalau sisa 50 diangkut saja. Opsi pertama habis semua. Saya senang orang-orang senang,” terang Novita.

Sementara itu, dokter hewan dari Moccachino Pet Care Edward Jonas, ikut memeriksa ratusan kucing. Jo, sapaannya, menyebut, saat memeriksa beberapa kucing, ada yang terkena penyakit.

”Terutama sakit kulit, kemudian jamur, kutu, scabes, diare karena lingkungannya lembab dan kotor jadi pengaruhnya disitu,” papar Edward Jonas.

Jo berharap untuk para adopter yang mengadopsi ratusan kucing bisa merawat. Selain itu, harus menjaga makanannya. ”Mohon rutin vaksin dan memberi obat cacing,” pesan Edward Jonas.

Sebelumnya, ratusan ekor kucing ditinggalkan pemiliknya di sebuah ruko di Surabaya Barat. Pemilik ruko Michelle menjelaskan, penyewa ruko tiba-tiba menghilang dan tidak dapat dihubungi. Padahal, ratusan kucing masih ditinggalkan di ruko 4 lantai itu.

”Seharusnya masa sewa sudah habis. Cuma penyewa itu kok masih meninggalkan banyak barang, termasuk ratusan kucing. Namun penyewa tak bisa dihubungi,” ujar Michelle.

Kucing itu sudah ditinggalkan selama seminggu. Selama itu pula, karyawan Michelle yang memberikan makan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore