Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Mei 2022 | 00.54 WIB

Perajin Tempe dapat Tungku, Produksi Lebih Hemat Waktu

Perajin Kampung Tempe Sukomanunggal mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya. Humas Pemkot Surabaya - Image

Perajin Kampung Tempe Sukomanunggal mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Warga Kampung Tempe Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, menerima bantuan 15 tungku untuk merebus kedelai dan 5 unit mesin pemecah kedelai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis (26/5).

Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis diberikan kepada warga Kampung Tempe Sukomanunggal melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya.

Ketua Kelompok Perajin Tempe Sukomanunggal Markuat mengatakan, dengan adanya bantuan alat untuk merebus dan pemecah tempe itu, proses produksi akan makin cepat dan bisa memproduksi lebih banyak lagi daripada biasa. Selain itu, tingkat kematangan tempe juga bisa merata dan lebih baik lagi.

”Alhamdulillah, di tengah meningkatnya harga kedelai,  pemerintah membantu kami alat berbahan stainless. Kenapa? Karena alat berbahan stainless itu, biaya proses produksinya makin murah dan lebih efisien,” kata Markuat.

Terlebih lagi, beberapa waktu lalu harga kedelai sempat melambung tinggi sehingga pengrajin tempe sempat mengalami kesulitan produksi. Alat tersebut diharapkan mampu memudahkan mereka.

Menurut Markuat, jika dibandingkan sebelumnya yang menggunakan bejana berbahan besi, prosesnya makan waktu lebih lama dan biaya produksinya juga mahal. Sebab, dengan bejana besi tingkat kematangan kedelai ketika direbus tidak bisa merata dan hasilnya menjadi kurang baik.

”Selain itu kurang higienis, karena kan kami sebelumnya memakai drum bekas oli dan minyak,” jelas Markuat.

Dengan peralatan tersebut, dia mengaku sangat terbantu. Terutama bagi 12 perajin di Kampung Tempe Sukomanunggal. Yang biasanya proses produksi membutuhkan waktu 2 jam lebih, dengan bantuan peralatan produksi tersebut diprediksi dapat lebih cepat dan kualitasnya makin baik.

Dia berharap, Pemkot Surabaya bisa memberikan pendampingan dan membantu jangkauan pemasaran produk UMKM Kampung Tempe Sukomanunggal. ”Ke depan juga ada bantuan dari PGN untuk bahan bakar gas. Kami harap pemerintah segera bisa membuatkan akses gas tersebut untuk perajin tempe,” ujar Markuat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan, warga perajin Kampung Tempe Sukomanunggal juga sempat menerima bantuan alat produksi dari ketua DPR.  Kini, giliran pemkot kembali memberikan 15 tungku untuk merebus kedelai dan 5 unit mesin pemecah kedelai untuk perajin Tempe Sukomanunggal.

Yos menjelaskan, pemberian bantuan alat pengolahan tempe itu untuk meringankan beban perajin tempe di tengah meningkatnya harga kedelai. Selain itu, agar kualitas produk semakin baik dan menyejahterakan warga Kampung Tempe.

”Pendampingan terus kami lakukan, salah satunya mendapatkan harga kedelai langsung dari distributornya, jadi ini masih kita carikan aksesnya,” kata Yos.

Yos menyampaikan, pemkot terus melakukan pendampingan dan membantu jangkauan pemasaran produk tempe Sukomanunggal. Kemudian bila ada toko modern atau toko-toko lain yang menjual dan membutuhkan tempe, itu tugas Dinkopdag Kota Surabaya untuk memastikan bahwa tempe yang dibutuhkan itu berasal dan mengambil dari Kampung Tempe Sukomanunggal.

”Jadi bukan hanya pendampingan, tapi juga memperluas jangkauan penjualan tempenya,” ucap Yos.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore