
Photo
JawaPos.com- Korban tewas dalam kecelakaan maut rombongan wisata asal Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya, di tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) dikabarkan bertambah. Awalnya, berjumlah 13 orang meninggal dunia. Namun, terbaru disebut-sebut ada 14-15 orang.
Di antara korban itu dikabarkan yang masih balita dan anak-anak. Beberapa data korban dengan tulisan tangan sudah beredar di sejumlah media sosial. Namun, petugas belum bisa memberikan kepastian.
Kasat PJR Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto ketika dihubungi Jawa Pos pada Senin (16/5) siang menyatakan, pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban tewas dalam kecelakaan bus di tol Sumo itu. Yang jelas, data awal yang sudah terkonfirmasi adalah 13 orang. Belasan lainnya mengalami luka-luka.
“Untuk jumlah penumpang bus masih belum diketahui. Masih kami pastikan,” ujarnya.
Kendala informasi dan kepastian korban karena mereka dilarikan ke lima rumah sakit di daerah berbeda. Perinciannya, korban luka dibawa ke RS Citra Medika, RS Emma, dan RS Petrokimia. Adapun yang tewas dievakuasi ke RSUD Mojokerto dan RSUD RA Basoeni.
Dwi menjelaskan, insiden maut itu diduga terjadi karena sopir mengemudikan bus dalam keadaan mengantuk. Sebab, kecelakaan itu tidak melibatkan kendaraan lain. Bus juga terindikasi melaju dengan kecepatan tinggi. Pasalnya, kerusakan yang dialami bus sangat parah. Bodi depan bus hancur berantakan. Lalu, terguling.
Bus tersebut, lanjut dia, melaju dari arah barat. Dwi menuturkan, kendaraan itu dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan penumpang liburan ke Dieng dan Jogjakarta. Di lokasi kejadian bus oleng ke kiri. Kemudian, menabrak tiang rambu di pinggir jalan.
Benturan yang terjadi diperkirakan sangat keras. Hal itu bisa dilihat dari tiang yang dibeton di jalur bebas hembatan itu sampai roboh. “Kerusakan bus juga sangat parah. Informasi awal sepuluh orang meninggal di TKP (tempat kejadian perkara),” sambungnya.
Jumlah korban jiwa bertambah tidak lama berselang. Tiga penumpang bus menyusul menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit. “Jadi, korban jiwa sementara ini 13 orang,” tandasnya.
Sebelumnya telah diberitakan, Bus Ardiansyah yang memuat rombongan Group Benowo Piknik nopol S 7322 UW mengalami kecelakaan bus di tol Sumo kilometer 712.400, Senin (16/5) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Pada Sabtu-Minggu, 14-15 Mei, mereka telah berwisata ke Jogja dan Dieng, Jawa Tengah.
Camat Pakal Tranggono Wahyu Wibowo membenarkan bahwa rombongan itu merupakan warganya. ‘’Untuk memastikan ada tambahan korban meninggal atau tidak, ini kami sudah mengutus petugas kecamatan ke tempat tinggal warga,’’ ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
