Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 April 2022 | 04.40 WIB

Warga Urunan Tebus Bayi yang Ditahan di Bidan Bersalin

Ryan dan Karisma menggendong bayi mereka. KTM for JawaPos - Image

Ryan dan Karisma menggendong bayi mereka. KTM for JawaPos

JawaPos.com–Warga Kota Surabaya urunan menebus biaya persalinan bayi di bidan praktik mandiri. Pasangan suami istri tak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp 2.050.000.

Biaya itu harus dibayarkan di salah satu bidan praktik mandiri di kawasan Medokan Surabaya. Bidan bersalin itu menahan ibu dan bayi yang baru lahir karena tak sanggup membayar biaya persalinan.

Daniel Lukas Rorong, Ketua Komunitas Tolong Menolong (KTM) mengatakan, komunitasnya turut menebus dan memberikan paket bantuan berupa kebutuhan bayi baru lahir. Di antaranya popok bayi, minyak telon, bedak, dan susu formula untuk ibu menyusui.

Bersinergi dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Jogoboyo, Daniel berangkat menuju lokasi praktik bidan tersebut didampingi Akhmad Badruttamam, ketua Ormas Jogoboyo pada Minggu (3/4).

Setelah melakukan pembayaran persalinan yang harus ditanggung pasangan suami istri bernama Ryan Wahyudi, 20, dan Karisma, 20, bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir pada Minggu (3/4) pukul 06.45 WIB dengan panjang 45 cm dan berat 2,7 kg itu akhirnya bisa dibawa pulang.

”Atas nama kemanusiaan, saya tidak menyalahkan pihak bidan praktik mandiri tersebut. Hanya saja, orang tua dari bayi tersebut memang kondisinya sangat memprihatikan,” kata Daniel saat dihubungi pada Senin (4/4).

Dalam dua bulan terakhir, pasutri muda itu harus tidur tiap malam sampai menjelang pagi di emperan ruko di kawasan Tambak Medokan karena tidak mampu bayar kos-kosan. Ironisnya, hal itu terjadi saat Karisma sedang hamil tua.

Daniel menyebut, KTM dan Ormas Jogoboyo juga membantu sampai tuntas. Termasuk mencarikan tempat tinggal layak sementara buat ortu dan bayi yang belum diberi nama itu.

”Orang tua bayi tersebut sebenarnya warga Kota Surabaya. Bahkan memiliki KTP Surabaya. Sayangnya, status pernikahan mereka tidak resmi alias nikah siri. Ditambah, kondisi mereka saat ini yang dikucilkan kedua belah pihak keluarga karena ada permasalahan,” papar Daniel.

Daniel berharap ada kepedulian dari Pemerintah Kota Surabaya terhadap nasib pasutri muda itu. Apalagi Ryan, sang suami juga statusnya masih pengangguran karena belum mendapatkan pekerjaan. ”Semoga ada jalan keluar terbaik buat mereka,” ucap Daniel.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore