
BONGKAR PASAR SEMENTARA: Pembongkaran TPS berjalan lancar dengan mengerahkan alat berat. Agar tidak mengganggu lalu lintas, beberapa ruas jalan ditutup. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Keberadaan pusat grosir di kawasan Jalan Dupak dipandang sebagai peluang untuk menghadirkan konsep wisata anyar di sana. Yakni, wisata belanja yang bisa menjadi daya tarik kunjungan ke Surabaya. Pemkot Surabaya pun berupaya mendorong agar potensi itu bisa tergarap maksimal.
Berbagai konsep wisata sedang digodok Pemkot Surabaya. Mulai wisata living heritage hingga wisata olahraga. Yang juga tidak ketinggalan adalah wisata belanja yang sulit dilewatkan ketika orang-orang bertandang ke Surabaya.
Salah satunya di kawasan Jalan Dupak yang menjadi pusat grosir. Di sana tercatat ada tiga kompleks pusat kulakan. Mulai Pusat Grosir Surabaya (PGS), Dupak Grosir, dan yang teranyar Pasar Turi Baru (PTB).
Hal itu ditambah dengan pusat belanja lain yang tidak jauh dari sana. ’’Kami rasa hal ini sangat potensial untuk dikembangkan. Misalnya, setelah dari kota tua seperti zona Eropa dan Melayu, orang-orang bisa mampir ke kawasan itu,’’ terang Kepala DKKORP Surabaya Wiwiek Widayati.
Begitu juga saat dibukanya wisata olahraga. Partisipan biasanya datang dari luar kota. Nah, momen itu bisa dimanfaatkan untuk digiring ke kawasan wisata belanja tersebut. ’’Yang pasti, di Surabaya itu banyak sekali potensinya. Kami terus berupaya agar satu per satu keunggulan itu menjadi poin plus bagi perkembangan dan pariwisata kota,’’ terangnya.
Sementara itu, transportasi ke Pasar Turi Baru memang sudah sangat memadai. Kawasan tersebut sudah bisa dijangkau dengan lintasan Suroboyo Bus. ’’Di sana ada halte Pasar Turi yang disediakan sejak akhir tahun lalu,’’ terang Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Sunoto.
Anggota Komisi C Ashri Yuanita menyambut baik rencana pemkot untuk menjadikan PGS dan PTB sebagai lokasi wisata. Menurut dia, dua pasar itu memiliki potensi untuk mendulang pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya. ’’Sebelum memasukkan dua pasar itu sebagai wisata belanja, pemkot harus memikirkan ketersediaan transportasi massal,” ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan tersebut menuturkan, pemkot bisa mengoptimalkan Suroboyo Bus atau Trans Semanggi untuk digunakan ke PTB dan PGS. Rute dapat dimulai dari Terminal Purabaya atau Bungurasih. Ashri merekomendasikan bus dapat berhenti di beberapa titik wisata yang dimiliki Surabaya. Salah satunya, kampung kue di Rungkut.
Anggota badan pembentukan perda itu meminta pemkot untuk tidak kehilangan momen kembalinya PTB. Selain relokasi pedagang lama, Ashri mengungkapkan bahwa pemkot perlu memastikan kembali keamanan seluruh infrastruktur. ’’Cek lift dan eskalator juga. Jangan sampai infrastruktur membuat pembeli malas kembali ke pasar,” imbuh Ashri.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
