
Photo
JawaPos.com- Proyek frontage road (FR) di Sidoarjo tahun anggaran 2021, sampai saat ini belum juga tuntas 100 persen. Kendalanya masih sama. Yakni, jembatan di dekat Stasiun Gedangan. Karena itu, Pemkab Sidoarjo bakal memanggil PT Gorip Nanda Guna sebagai kontraktor proyek bersangkutan.
Saat ini, progres pengerjaan jembatan itu masih sekitar 70 persen. Jembatan belum juga tersambung. Padahal, Pemkab Sidoarjo sudah memberikan perpanjangan waktu pengerjaan hingga 50 hari sejak 31 Desember 2021. Kontraktor diminta untuk menyelesaikan proyek tersebut. Nah, deadline perpanjangan itu berakhis besok (19/2). Atau, kurang sehari lagi.
Jika dilihat dari capaian pengerjaan fisiknya, pembangunan tidak akan selesai dalam waktu sehari. ”Sampai saat ini masih upaya penyelesaian. Terkait dengan blacklist atau tidak, kami masih kaji lagi. Setelah ini, kami panggil kontraktor untuk mengetahui kejelasan penyelesaiannya,” jelas Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono kemarin (17/2).
Seharusnya, tidak dibutuhkan waktu lama. Sebab, pada 31 Desember 2021 lalu pengerjaan selesai 99,25 persen. ”Kurang 0,75 persen, tapi ternyata butuh waktu lama,” katanya.
Dia ingin pengerjaan terus dikebut. Apalagi, kendala yang ada sebelumnya sudah dikomunikasikan. Misalnya, terkait tidak boleh ada penutupan seluruh saluran irigasi, pihaknya sudah memberikan solusi dengan membendung sebagian saluran irigasi. Jadi, betonisasi di bagian bawah jembatan bisa dikerjakan. Ketika sebagian sudah kering, sebagian lain lagi yang dibendung.
”Seharusnya bisa dikebut. Apalagi, hanya tinggal itu, tapi memakan waktu sebulan,” ujar pria yang juga menjabat Kabag Pembangunan Pemkab Sidoarjo tersebut.
Dwi mengungkapkan, hingga kini, pengerjaan fisik berupa pengecoran bagian bawah jembatan. Yaitu, pemasangan landasan jembatan dengan double U box berdimensi 15,6 x 6,5 meter dengan ketebalan 50 sentimeter. ”Proses bagian bawah ini yang butuh waktu lama. Kalau fondasi bawah selesai, bagian atasnya tidak butuh lama karena tinggal pasang,” jelas Dwi.
Wakil Bupati Sidoarjo Subandi dalam waktu dekat melakukan sidak langsung dan berkomunikasi dengan kontraktor. Dia menyayangkan lamanya waktu pengerjaan. ”Kalau sudah kontrak, seharusnya tidak banyak alasan kendala ini-itu karena kan sudah direncanakan matang,” tegasnya.
Termasuk memetakan kendala dan menyiapkan solusinya. ”Pekerjaan begini kan sudah jadi keseharian kontraktor. Jadi, tidak ada alasan lagi saat sudah deadline,” lanjut Subandi.
Ke depan, lanjut dia, pihaknya meminta perencanaan lebih matang, termasuk memetakan kendala di lapangan dan segera menyiapkan solusinya. Diharapkan, pembangunan FR lanjutan pada tahun ini tidak sampai molor lagi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
