
Ilustrasi tawuran remaja
JawaPos.com–Belasan pelajar di Surabaya terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka dirawat di Hotel Asrama Haji (HAH) Sukolilo untuk menjalani isolasi dan perawatan.
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Ridwan Mubarun menyebut, tiap minggu, HAH selalu menerima pasien yang masih pelajar. Rata-rata, para pelajar butuh waktu kurang dari seminggu untuk sembuh.
”Dalam seminggu di HAH ada 5–6 orang pelajar yang masuk. Mereka 3 hari sudah sembuh,” kata Ridwan ketika dihubungi pada Jumat (18/2).
Saat ini, Ridwan menjelaskan, sebanyak 6 pelajar berusia 18 tahun masih dirawat di HAH. Mereka menjalani isolasi Covid-19.
”Ada yang usia 12 tahun juga. Tapi bisa berkurang karena ada yang pulang dan sembuh,” ungkap Ridwan Mubarun.
Beruntung, lanjut dia, klaster sekolah tidak ditemukan di Kota Surabaya. Klaster sekolah ditemukan bila terdapat lebih dari 5 kasus di suatu sekolah.
”Siswa sekolah yang positif memang ada. Tapi kalau dibilang klaster, enggak juga. Penanganannya sesuai SOP,” terang Ridwan Mubarun.
Bila ada klaster Covid-19 di sekolah, lanjut dia, pihaknya akan menghitung persentase jumlah siswa. Bila jumlah siswa yang terkonfirmasi positif di bawah 5 persen, sekolah akan diliburkan selama 5 hari.
”Kalau di atas 5 persen ya ditutup 2 minggu,” ujar Ridwan Mubarun.
Peningkatan jumlah pasien Covid-19 berusia pelajar itu pun membuat pemkot mengubah sistem pembelajaran tatap muka (PTM). Bila sebelumnya PTM dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen, kini diterapkan dengan kapasitas 25 persen.
”PTM dengan kapasitas 50 persen ini diterapkan dengan sistem 2 sif. Jadi sebenarnya masih 50 persen, tapi 2 sif. Jadi dalam 1 kelas, PTM diikuti 25 persen siswa,” jelas Ridwan Mubarun.
Teknisnya, bila dalam 1 kelas ada 38–40 siswa, dengan sistem PTM kapasitas 50 persen, hanya ada 20 siswa yang berada dalam kelas. Sementara 20 siswa lainnya mengikuti via daring.
Dengan sistem PTM 25 persen, 10 orang siswa mengikuti PTM sesi 1, sementara 10 orang mengikuti PTM di sesi 2. Untuk 20 orang siswa yang tidak mendapat jadwal PTM pada hari itu, bersekolah via daring.
Ridwan menegaskan, sekolah memiliki kebijakan tertinggi untuk membuat sistem atau teknis PTM 25 persen. ”Teknisnya entah gantian atau bagaimana terserah sekolah. Intinya pengaturannya jangan sampai 50 persen di dalam kelas. Maksimal 25 persen,” tutur Ridwan Mubarun.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
