
Tangkapan layer pernyataan akun Instagram @dear_unesacatcaller yang mendapat somasi. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan somasi kepada pemilik akun Instagram @dear_unesacatcallers. Akun tersebut sebelumnya memposting kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum dosen pada mahasiswa.
Ketua Satgas PPKS Mutimmatul Faida mengonfirmasi somasi yang diberikan tersebut. Hal itu dilakukan untuk memberi peringatan pada pemilik akun.
”Somasi benar adanya. Satgas memberikan peringatan kepada akun tersebut,” kata Faida ketika dihubungi pada Jumat (4/2).
Faida menegaskan, peringatan itu dimaksudkan supaya pemilik akun lebih berhati-hati dalam membuat konten. ”Kami berharap mereka berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan,” harap Faida.
Menurut Faida, pernyataan akun itu berimplikasi pada persepsi dan pemahaman publik tentang penanganan KS (kekerasan seksual) di Unesa. ”Jangan sampai pemahaman parsial menjadi tuduhan kepada kami bahwa lembaga bermain-main pada isu KS,” ucap Faida.
Somasi yang diberikan akan dicabut bila akun tersebut melakukan 2 hal. ”Somasi dicabut bila akun memberikan permohonan maaf dan take down postingan,” tegas Faida.
Selain peringatan, Faida menyebut Satgas PPKS Unesa pernah mengundang pemilik akun untuk dialog tentang fenomena kekerasan seksual di kampus. Pemilik akun tidak datang pada acara itu.
”Namun, rupanya mereka belum menyambut baik undangan kami,” ujar Faida.
Sebelumnya, akun @dear_unesacatcallers mengatakan, pihak kampus memberi somasi pada pihaknya.
”Kemarin (29-1-2022) kami mendapat somasi kedua (ke-2) dari akun Instagram resmi partner perjuangan kami, satgas PPKS Unesa (@satgasppks_unesa). Satgas menyampaikan, kami harus meminta maaf atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap Unesa dan Rektor Unesa pada postingan kami sebelumnya yang sempat kami hapus,” tulis akun @dear_unesacatcallers.
Di postingan berikutnya, akun itu menuliskan bahwa somasi diberikan untuk kedua kalinya pada mereka. ”Padahal, pada postingan yang dipermasalahkan, kami hanya menanyakan terkait perkembangan kasus, karena berita yang kami terima melalui media berbeda dengan yang ada pada postingan IG akun resmi Unesa,” tulisnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
