
TELITI: Camat Asemrowo Bambang Udi Ukoro (kiri) menunjukkan nama-nama warga yang masuk daftar MBR kepada sejumlah warga di Balai RW 2, Kelurahan Asemrowo. (Kecamatan Asemrowo untuk Jawa Pos)
JawaPos.com – Data penerima bantuan sosial (bansos) menjadi masalah krusial yang harus dirapikan di Surabaya. Selain kurang ter-update, tidak sedikit dari daftar itu yang memuat nama penerima yang tidak tepat sasaran. Upaya pemutakhiran pun terus dilakukan agar intervensi yang diberikan untuk membantu masalah ekonomi tersebut bisa lebih tepat.
Verifikasi data berlapis dilakukan Pemkot Surabaya untuk memperbaiki data penerima bansos. Data itu harus sinkron dengan himpunan data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, termasuk dari warga sendiri.
Sejak sepekan yang lalu Pemkot Surabaya telah memublikasikan data penerima bansos di balai RW atau RT setempat. Warga diminta ikut mengoreksi. Apabila ada yang tidak tepat sasaran atau perlu ada warga yang ditambahkan, data itu bisa diperbaiki secepatnya.
Koreksi pun sudah mulai dilakukan. Laporan dari Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya menyebutkan, memang ada koreksi yang dilakukan. Baik penambahan maupun pengurangan. ”Proses koreksi itu melibatkan perangkat mulai RT, RW, LPMK, pendamping sosial, lurah, hingga camat. Mereka memeriksa data penerima itu, kemudian tanda tangan sebagai berita acara. Sudah kami lakukan proofing untuk data tersebut. Namun, bukan berarti proses ini selesai. Masih ada proses lanjutan lagi,” ujar Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajriatin kemarin (15/1).
Data yang telah melewati proses proofing pertama itu ditempel lagi. Warga diminta mengecek ulang. Jadi, ada dua kali proses yang dilakukan untuk mengoreksi data tersebut. ”Memang hal ini sengaja dilakukan. Tujuannya untuk memastikan agar tidak ada kasus bansos tidak tepat sasaran. Termasuk, survei langsung ke rumah penerima atau calon penerima bansos juga dilakukan. Sekaligus ini upaya memperluas jumlah penerima bantuan sosial,” terangnya.
Anna menjelaskan, pihaknya mengupayakan agar penerima bansos tidak dobel. Dalam satu keluarga hanya satu bantuan yang diterima. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan intervensi yang dilakukan pemkot.
Banyak program yang bertujuan mengentaskan warga dari jerat masalah ekonomi. Untuk menuju ke sana, lebih dulu data tersebut dirapikan. Penerima bantuan akan dikategorikan sesuai masalah mereka. Misalnya, yang masih kuat untuk bekerja diberi peluang untuk bekerja.
”Misalnya, yang usianya masih di bawah 40 tahun kami beri kesempatan untuk bekerja. Seperti menjadi tenaga outsourcing di lingkungan Pemkot Surabaya atau diberi suntikan modal. Dengan catatan, setelah ekonominya pulih, dia harus mau dilepas statusnya sebagai penerima bansos,” terangnya.
Nah, kuota bansos ini berikutnya bisa dialihkan untuk warga lain yang membutuhkan. Anna mengungkapkan, memang keinginan wali kota Surabaya agar bansos itu tepat sasaran. Begitu juga data MBR, benar-benar murni kondisinya tidak mampu secara ekonomi.
”Sebelumnya kami sudah lakukan clearing data. Misalnya, ternyata ada penerima bansos yang ASN. Kami coret dan keluarkan dari data tersebut. Kami lakukan terus pemutakhiran data ini untuk kemudian disampaikan ke Kementerian Sosial,” paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
