Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Januari 2022 | 20.08 WIB

Sudah Diresmikan, Bus BTS di Surabaya Belum Beroperasi

Suroboyo Bus. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Suroboyo Bus. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kesiapannya mendukung operasional program Buy The Service (BTS) Trans Semanggi Suroboyo. Namun, karena masih ada evaluasi seluruh layanan yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BTS masih belum dioperasionalkan.

Hal tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui surat Nomor: UM.208/3/8/DJPD/2021 tanggal 31 Desember 2021 tentang penghentian sementara Operasional Layanan Angkutan Umum dengan Skema BTS.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru menjelaskan, ada sejumlah evaluasi yang disampaikan Kemenhub terkait dengan belum dioperasionalkannya BTS di Kota Pahlawan. Evaluasi tersebut antara lain, Kemenhub masih melakukan penyesuaian dalam mekanisme pengadaan barang/jasa.

”Sebelumnya pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog. Ini dilakukan agar memberikan kepastian layanan kepada masyarakat dengan efisiensi dari proses pengadaan,” kata Tundjung saat dihubungi, Kamis (6/1).

Sedangkan pada poin lain, Tundjung menyebut, terdapat perubahan rujukan pengadaan melalui e-catalog dari Peraturan LKPP Nomor 11 Tahun 2018 menjadi Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2021.

”Sehingga, hal ini juga memerlukan penyesuaian kembali,” terang Tundjung Iswandaru.

Pada poin lain, lanjut dia, disebutkan bahwa penundaan operasional BTS didasari karena adanya pengusulan kontrak multiyears untuk memberikan iklim investasi yang lebih menarik bagi operator sekaligus jaminan layanan jangka panjang. Di samping itu, juga perlu dilakukan koordinasi terkait dengan pentarifan BTS.

Untuk itu, menurut Tundjung Iswandaru, Kemenhub perlu melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal tersebut agar regulasi penetapan PNBP tarif BTS sesuai kemampuan dan daya beli di wilayah masing-masing.

”Proses evaluasi menyeluruh akan membutuhkan waktu. Sehingga Kemenhub menerangkan bahwa hal ini akan mengakibatkan kekosongan layanan paling lama satu bulan. Pada intinya kalau dari kita, Pemkot Surabaya sudah siap semua,” ucap Tundjung Iswandaru.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore