
Photo
JawaPos.com - Berbicara tentang rumah duka, banyak masyarakat yang berpikir bahwa rumah duka adalah tempat yang tidak nyaman, karena kondisinya yang kotor, gelap, menyeramkan, tidak higenis dan bangunannya kurang layak. Namun, kesan tersebut ditepis oleh Rumah Duka Heaven/Heaven Funeral Home.
Berbeda dengan kesan rumah duka yang dipikirkan masyarakat, Rumah Duka Heaven sendiri telah memiliki sepak terjang yang cukup lama, yakni sejak tahun 1990 dengan nama Yayasan Naga Sakti. Untuk pengoperasian pertama kalinya, Yayasan Naga Sakti bekerjasama dengan rumah duka Husada yang berlokasi di Mangga Besar Raya.
Pada 1996, yayasan pun membangun rumah duka Atmajaya yang berlokasi di Pluit Raya, yang disusul pembangunan rumah duka Dharmais berlokasi di S. Parman dan rumah duka Gatot Subroto berlokasi di Gatot Subroto pada 2001.
Setelah berhasil dalam melakukan pelayanan kedukaan di rumah duka, pada tahun 2002, Rumah Duka Heaven yang saat itu masih bernama Yayasan Naga Sakti mengarahkan pelayanannya di bidang pemakaman dengan membangun taman makam Quiling berlokasi di Jonggol, Bogor dan Krematorium Nirwana yang berlokasi di Marunda Bekasi.
Alhasil, pada tahun 2013 setiap unit usaha rumah duka pun sepakat untuk melakukan perubahan nama dengan menyatukan nama dari beberapa nama unit yang berbeda menjadi satu brand yaitu Heaven. Sedangkan pemakaman tanah makam Quiling berubah menjadi Heaven Memorial Park.
Tak berhenti di situ saja, Rumah Duka Heaven pada 2015 membangun tempat pemakaman baru yang bernama Heaven Memorial Garden berlokasi di Balaraja, Cikupa, Banten dan bersamaan dengan itu membangun Heaven Columbarium berlokasi di Mangga Besar, Jakarta. Hal ini dilakukan dengan mengutamakan pelayanan dan memenuhi kebutuhan serta kenyamanan untuk keluarga duka.
Untuk mempertegas target tersebut, pada tahun 2017 Rumah Duka Heaven pun membangun rumah duka yang dilengkapi dengan fasilitas terlengkap. Hal itu disampaikan oleh Pendiri Heaven Funeral Home Suwito Muliadi, seperti terdapat lounge dan mezzanine sebagai fasilitas untuk menunggu dan bersantai bagi keluarga maupun tamu.
"Ruang duka kita juga AC, ada kamar duduk dan juga semuanya sudah bagus, kita berikan yang terbaik," terang dia ketika berbincang dengan JawaPos.com.
Bahkan Heaven Funeral Home juga menjadi satu-satunya rumah duka yang memiliki krematorium dalam gedung rumah duka yang lebih menghemat biaya transportasi. Krematorium juga mengusung Go Green Concept di tengah kota dengan mesin berteknologi modern yang ramah lingkungan, serta pihak keluarga dapat memilih kerangka secara langsung setelah proses kremasi.
"Jenazah yang meninggal juga kita ada treatment-nya, dari yang tidak senyum, setelah di treatment jadi senyum. Lalu, juga setelah dimandikan semua kita pakai air hangat untuk bunuh virus. Dan make up (jenazah) itu orang-orang yang bersekolah di Johnny Andrean, ada sertifikatnya," ungkap Suwito.
Selain itu, ruang dukanya pun enam kali lebih luas di banding rumah duka lain serta memiliki kamar peristirahatan yang nyaman untuk keluarga. Pada saat pengantaran almarhum/ah yang terakhir kalinya turut dapat dihadiri oleh banyak saudara dan relasi, karena lokasi yang tidak jauh dan berada di tengah kota.
Rumah duka dan kremasi tersebut diberi nama Rumah Duka Grand Heaven Jakarta, berlokasi di Pluit Raya yang diresmikan pada tahun 2018 secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Bahkan, sekaligus mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia (MURI) sebagai tempat pelayanan kedukaan dengan fasilitas terbanyak.
Untuk diketahui juga, layanan Rumah Duka Heaven tidak memandang suku dan agama apapun. Tersedia paket lengkap muslim dengan harga yang murah mulai dari Rp 6,5 juta, sementara paket lengkap non muslim dengan harga yang murah mulai dari Rp 25,9 juta yang sudah termasuk peti mati, ruang duka, free penjemputan, pemandian Almarhum/ah, dan pelayanan rumah duka lainnya.
Kemudian terdapat upacara pedang pora sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada almarhum/ah. Seluruh ruang duka pun memiliki penerangan yang baik dan bersih serta terdapat security di setiap lantai ruang duka, lalu rumah duka pun memiliki parkir indoor yang luas.
Hal ini pun menjadikan semakin banyaknya keluarga duka yang membutuhkan dan merasa puas dengan pelayanan Rumah Duka Heaven. Terlebih juga banyak permintaan dari masyarakat di luar kota Jakarta yang mengharapkan Heaven Funeral Home agar dapat melayani kedukaan di daerahnya.
Akhirnya Rumah Duka Heaven pun kembali melakukan pengembangan usaha rumah duka di daerah Surabaya. Proses pembangunan rumah duka di Surabaya sudah mulai berjalan pada tahun 2019 dan sudah bisa diakses dengan nama Rumah Duka Grand Heaven Surabaya.
Atas ekspansi tersebut, dirinya menyampaikan bahwa ini merupakan permintaan dari masyarakat Surabaya. Khususnya, mereka atau kerabatnya yang pernah menggunakan layanan Rumah Duka Grand Heaven di Jakarta.
"Mereka minta juga untuk ada di Surabaya. Jadi mereka minta tolong untuk buka di sana (Surabaya), karena pelayanan kita sudah bagus, jadi kita ekspansi kesana," ucapnya.
Disampaikan juga olehnya, untuk pelayanan penjemputan serta pengurusan surat kematian pun diselesaikan dengan cepat. Hal ini dilakukan guna memberikan ketenangan dan kemudahan kepada keluarga yang berduka.
"Kita cepat, ketika dia meninggal di rumah sakit atau di rumah, hubungi aja ke Grand Heaven, itu langsung kita jemput jenazahnya. Paling 30 menit juga sudah sampai. Semuanya dibantu, misalnya ke rumah sakitnya ambil surat kematian, itu kita urus, jadi keluarga tenang," terang pria yang akrab dipanggil Pak Suwito ini.
Bahkan, untuk keluarga yang berduka dan ingin mendapatkan pelayanan dari Rumah Duka Grand Heaven, namun terkendala biaya, pihaknya akan membebaskan biaya secara keseluruhan.
"Jadi kalau meninggal tidak mampu, kita nol-in. Misalnya dia meninggal mau dikremasi, tapi ngga bisa bayar, kalau mau dimakamkan, paling beli makam di TPU. Kita beresin semua, tidak usah keluar uang," jelasnya.
Untuk diketahui, visi dan misi dari Rumah Duka Heaven adalah membantu keluarga yang sedang berduka dengan penuh rasa peduli. Hal ini juga yang membuat Rumah Duka Heaven terus berkembang dan dapat dipercaya oleh masyarakat luas, khususnya untuk masyarakat Indonesia.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan layanan duka ini ke sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari Medan hingga Bandung, namun dirinya mengungkapkan hal itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kita pelan-pelan dulu, satu-satu dulu, kita kan bikin rumah duka ingin yang terbaik, jangan sampai kita itu main asal bikin, benar-benar kita AMDAL kita perhatikan," imbuhnya.
Selain itu, di masa pandemi ini, Rumah Duka Heaven juga membantu masyarakat, seperti memberi paket sembako, Alat Pelindung Diri, dan juga masker. Selama ini, pencegahan Covid-19 penyemprotan disinfektan secara berkala satu hari 5 kali dan terdapat handsanitizer di banyak titik dalam rumah duka.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
