
Kampung Ketandan Surabaya. Rafika/JawaPos.com
JawaPos.com–Perang 10 November di Surabaya dikenal sebagai perang rakyat. Peperangan itu membuat Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, mendatangkan banyak pemuda dari berbagai perkampungan.
Salah satu perkampungan yang melahirkan banyak pejuang adalah Kampung Ketandan Surabaya. Letaknya strategis, persis di Jalan Tunjungan Surabaya.
Ketua Komunitas Sejarah Begandring Soerabaia Nanang Purwono menjelaskan, Kampung Ketandan merupakan salah satu kampung tertua di Surabaya. Tempat itu dijadikan langganan para pahlawan sebagai tempat persembunyian.
”Perang 10 November itu kan perang rakyat. Jadi ketika ngomong rakyat, yang keluar ya warga atau rakyat Surabaya. Kampung Ketandan salah satu tempat yang dijadikan tempat sembunyi pahlawan,” terang Nanang, Rabu (10/11).
Menurut Nanang, jejak persembunyian para pahlawan diperlihatkan dengan keberadaan patung-patung pejuang. Di dekat Kampung Ketandan, yakni di depan Gedung Siola.
”Di Gedung Siola ada patung pejuang. Kemudian di Alun-Alun Contong. Lalu dulu di depan Hotel Yamato (sekarang Majapahit) ada patung. Itu menggambarkan rakyat menghadang sekutu. Artinya bahwa yang menghadapi tetntara sekutu itu rakyat,” beber Nanang Purwono.
Tempat-tempat lain yang menjadi jejak para pejaung adakah Jalan Peneleh, Gemblongan, dan Pandean. Peperangan kemudian pecah di depan Gedung Siola.
”Yang menghadapi tentara sekutu dari Tanjung Perak ke selatan, melewati Peneleh sampai selatan ke Gemblongan. Mereka keluar dari kampung-kampung. Makanya di Siola itu ada patung pejuang. Karena di Siola ada perlawanan rakyat,” papar Nanang Purwono.
Ketika diburu sekutu, para pejuang masuk ke kampung-kampung. hal itu juga menjadi salah satu faktor kemenangan Indonesia. Sebab pejuang sudah tahu seluk beluk kampung.
”Mereka yang tahu kampungnya, mereka sembunyi. Mereka tahu liku-liku kampung. Tidak semata-mata tempat persembunyian, tapi kampung bisa nyambung kemana-mana,” tutur Nanang Purwono.
Kampung Ketandan, menurut Nanang, merupakan salah satu faktor penentu kemenangan. Sebab Kampung Ketandan dikenal sebagai segitiga emas.
”Dari Jalan Tunjungan itu kan nyambung ke Jalan Embong Malang, Praban, Blauran, bahkan depan Tunjungan Plaza. Sekutu mana tahu jalan kampung? Kuncinya ya di para pahlawan,” ujar Nanang Purwono.
Pengetahuan kampung itu, lanjut dia, menguatkan faktor kemenangan pahlawan. Sekutu tiba-tiba kaget diserbu ribuan pejuang yang muncul dari dalam kampung.
”Jalan Embong Malang ini juga tempat persembunyian. Ketandan, Kebangsren, Praban, itu merangsek ke Tunjungan. Di kampung itu bersembunyi sebelum menyerang,” beber Nanang Purwono.
Kini, Kampung Ketandan berdiri tersembunyi di tengah megahnya Jalan Tunjungan Surabaya. Meski letaknya strategis, belum banyak yang tahu keberadaan kampung itu.
Pemerintah Kota Surabaya kini berupaya kembali membangun atau merevitalisasi area Kampung Ketandan. Kampung itu telah diresmikan menjadi kampung wisata sejak 2016.
Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (disbudpar) Kota Surabaya berencana untuk kembali membangun Kampung Ketandan. Pembangunan itu selaras dengan pencanangan program Mlaku-mlaku Tunjungan.
”Memang sudah direncanakan. Tapi masih menunggu pembukaan program,” ucap Keplaa Disbudpar Antiek Sugiharti.
Salah satu warga Kampung Ketandan, Lilies Lestari, mengakui bahwa di kampungnya sudah terdapat banyak kegiatan. Salah satunya adalah pembukaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) warga setempat.
”Banyak produk UMKM yang ditawarkan warga. Mulai dari usaha katering, minuman, hingga, cookies,” ujar Lilies.
Pendopo atau Joglo Cak Markeso di tengah kampung, diakui Lilies, menjadi salah satu daya tarik. Sebab, warga kampung maupun warga luar kampung bisa menyelenggarakan acara di tempat tersebut.
”Biasa ada acara di sini ya. Dulu Bu Risma (mantan Wali Kota Surabaya) sering kesini. Dengan revitalisasi kampung lagi, pasti kampung lebih berkembang,” kata Lilies.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
