
TAMBAL KEBUTUHAN: Tenaga kesehatan sedang memberikan vaksinasi di puskesmas. Nanti dokter yang belum lulus dari pendidikan dimohonkan menjadi petugas kesehatan penanganan Covid-19. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Perkembangan riset vaksin Merah Putih platform Universitas Airlangga (Unair) kini terus menunjukkan kemajuan. Setelah selesai uji praklinis tahap II terhadap makaka (hewan monyet yang memiliki organ menyerupai manusia), kini vaksin berbasis inactivated virus itu akan masuk tahap uji klinis fase I. Rencananya, uji klinis fase I tersebut dimulai awal Desember.
Kini RSUD dr Soetomo (RSDS) mulai mempersiapkan diri. Khususnya, merekrut relawan yang akan mendapatkan suntik vaksin Merah Putih platform Unair.
Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian RSUD dr Soetomo Prof dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa SpKK (K) FINSDV mengatakan, uji praklinis terhadap makaka sudah selesai. Hasilnya menunjukkan efikasi yang baik. ”Sekarang kami sedang mempersiapkan untuk uji klinis fase I dan II,’’ katanya kepada Jawa Pos Rabu (3/11).
Cita menuturkan, saat ini RSDS tengah melakukan rekrutmen sampel untuk uji klinis fase I. Kebutuhan untuk uji klinis fase I dan II sekitar 500 sampel. ”Sekarang masih proses rekrutmennya,’’ ujarnya.
Cita menambahkan, rencananya uji klinis fase I dimulai awal Desember. Kemudian, uji klinis fase II dilaksanakan awal tahun depan. ”Intinya, RSUD dr Soetomo sudah siap untuk melaksanakan tahapan uji klinis sebagai lanjutan dari riset vaksin Merah Putih platform Unair,’’ kata dia.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Prof dr Nasronudin SpPD (K) KPTI FINASIM mengatakan, RSUA sudah terlatih dalam uji vaksin. Jadi, RSUA sangat siap ketika Rektor Unair Prof Mohammad Nasih meminta untuk ikut terlibat dalam uji klinis. ”Atas dasar pengalaman RSUA, kami siap. Jika Pak Rektor memberikan kepercayaan itu, kami siap,’’ katanya.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih menunggu instruksi dari rektor untuk keterlibatan RSUA dalam uji klinis. Setelah ada instruksi, RSUA akan melaksanakan persiapan matang.
”Uji klinis ini tidak mudah dalam mencari relawan. Sebab, sebagian besar masyarakat Surabaya sudah vaksin. Jadi, kita harus mencari celah itu,’’ ujarnya.
Sebelumnya, Rektor Unair Prof Moh. Nasih mengatakan, uji praklinis tahap II sudah tuntas. Hasilnya sangat baik. Laporan uji praklinis tahap II sudah dilaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan masukan dan izin ke tahap uji klinis. ”Vaksin dalam negeri (Merah Putih) akan diproyeksikan sebagai booster,’’ katanya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
