
Photo
JawaPos.com - Sudah lebih dari satu dekade Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya melayani masyarakat dengan keluhan kesehatan tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya. RSOT memperingati hari jadinya yang ke-11 tepat pada 20 Oktober dengan mengusung tema Spirit to Achieve Beyond the Goals.
Syukuran sederhana berlangsung kemarin (21/10) dengan pemotongan tumpeng sekaligus launching layanan unggulan terbaru, yaitu weight bearing MRI.
RSOT Surabaya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menghadirkan teknologi terkini. ’’Ini merupakan yang pertama di Surabaya dan yang ke-2 di Indonesia,’’ tutur Direktur RSOT dr Gwendolin M Dewi MARS.
Photo
Salah satu alat MRI di RSOT Surabaya. (Dok. RSOT Surabaya)
Berbeda dengan MRI konvensional, weight bearing MRI bisa berputar 90 derajat. Pasien bisa menjalani pencitraan dengan posisi berdiri untuk melihat titik keluhan. Di samping itu, pasien merasa nyaman selama pemeriksaan karena tidak perlu masuk tabung dan lebih bebas bergerak.
Weight bearing MRI difokuskan untuk pemeriksaan pada tulang, sendi, otot, dan jaringan sekitarnya. Misalnya, leher hingga tulang belakang, pinggang, lutut, dan pergelangan kaki. Hasil pencitraannya pun lebih spesifik dan tepat sasaran. ’’Teknologi ini juga banyak dimanfaatkan atlet yang cedera. Biasanya, ada keluhan sakit saat bergerak, tapi rasa sakitnya hilang saat diam,’’ tutur dr Dewi.
Photo
Direktur RSOT dr Gwendolin M Dewi MARS. (Dok. RSOT Surabaya)
RSOT memiliki dokter dari seluruh subspesialis ortopedi, yakni hand and shoulder, sport injury, spine, pediatric (anak), foot and ankle, serta hip and knee. Dia mengungkapkan, cedera akibat olahraga merupakan kasus terbanyak ketiga yang ditangani RSOT.
Dua yang tertinggi, yaitu patah tulang karena kecelakaan atau terjatuh dan ganti sendi (arthroplasty) pada usia lanjut (geriatri), selain operasi ACL (anterior cruciate ligament) di lutut yang sering dialami atlet basket, sepak bola, atau olahraga lainnya.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan Sumarita menyatakan bahwa RSOT serius dalam melakukan upgrade teknologi. ’’Selain MRI, ada percutaneous stenoscopy lumbar decompression (PSLD), yaitu penanganan khusus untuk tulang belakang dengan menggunakan alat endoscopy dan tindakan minimal invasive (operasi dengan sayatan sekitar 1 cm),” ucapnya.
Layanan unggulan lain yang dimiliki RSOT Surabaya adalah penanganan CTEV (kaki bengkok) pada bayi yang baru lahir. Ini juga menjadi salah satu program CSR rutin tahunan RSOT Surabaya yang sudah berjalan sejak 2018. Hingga 2021, RSOT Surabaya telah menangani 72 kaki balita.
Selain dari wilayah Surabaya dan sekitarnya, tak sedikit pula pasien yang datang dari wilayah Indonesia Timur. Fasilitas telemedicine bisa dimanfaatkan pasien dari luar Surabaya. Jadi, mereka bisa berkonsultasi secara online sebelum datang ke RSOT dan menentukan tindakan selanjutnya.
Dalam kondisi new normal, RSOT berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan keamanan bagi pasien. Di antaranya, memperketat protokol kesehatan (prokes). Penunggu pasien rawat inap hanya boleh satu orang dan dinyatakan negatif Covid-19 melalui tes antigen. Pasien pun tidak boleh dijenguk untuk menghindari penularan di dalam RS. (nad/c12/ran)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
