
Ilustrasi salah satu kamar jaringan hotel yang dikelola Hotel Indonesia Group (HIG).
JawaPos.com- Wilayah aglomerasi Surabaya memang masih berstatus PPKM level 3. Namun, diperbolehkannya menggelar acara membuat pengajuan asesmen oleh Satgas belakangan meningkat. Khususnya, dalam dua minggu terakhir. Pengajuan asesmen bukan hanya dari warga yang akan menggelar hajatan, melainkan juga dari beberapa hotel yang mulai menerima event.
Camat Tegalsari Buyung Hidayat Rachman menyatakan, di wilayahnya memang ada kenaikan jumlah warga yang mengajukan asesmen kegiatan, baik hajatan nikahan maupun acara lainnya. Hanya, jumlahnya tidak langsung signifikan. ’’Dalam dua minggu terakhir, terdapat tujuh pengajuan asesmen,’’ katanya.
Mereka tidak hanya berasal dari warga kampung dan sekolah, melainkan juga dari hotel di kawasan Tegalsari. ’’Bahkan, jumlah pengajuannya lebih banyak untuk hotel. Kegiatannya sebagian besar adalah hajatan pernikahan,’’ ucap Buyung.
Asesmen tersebut melibatkan jajaran muspika terkait. Mulai koramil hingga polsek. Khusus kegiatan yang berlangsung di kampung akan menggandeng satgas Covid-19 kampung tangguh. Sementara itu, untuk kegiatan di hotel, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan tim satgas internal hotel.
Buyung menjelaskan, asesmen dilakukan cukup ketat. Pemberian izin diberikan setelah tim menyurvei lokasi. Tujuannya, melihat alur rencana kegiatan dan prokesnya seperti apa. ’’Jumlah tamu juga harus sesuai ketentuan,’’ terangnya.
Selain menyurvei sebelum acara, tim datang ketika kegiatan berlangsung. Tujuannya, memastikan prosedur dan prokesnya seperti apa. Termasuk mencegah adanya pelanggaran yang terjadi.
Buyung menambahkan, sangat mungkin asesmen kegiatan yang diajukan ke kecamatan terus bertambah. Sebab, pandemi mulai melandai. Selain itu, pemerintah memperbolehkan kegiatan lainnya seperti konser. Hanya, sampai saat ini belum ada pengajuan terkait kegiatan tersebut.
Okupansi Hotel pun Mulai Naik
Penurunan kasus Covid-19 membawa sejumlah dampak positif ke sektor ekonomi. Salah satunya bisnis perhotelan. Ada peningkatan okupansi di beberapa hotel di kawasan timur Surabaya.
Manajer Komunikasi Pemasaran Hotel Harris & Pop Gubeng Surabaya Setiawan Nanang menerangkan, saat ini mulai banyak event maupun seminar yang digelar di hotel mereka. ”Ini berbanding terbalik dengan saat masih pemberlakuan PPKM level 3 dan 4. Angkanya sangat jatuh,” katanya.
Saat itu okupansi hanya 10–20 persen. ”Terjadi banyak pembatalan acara atau event,” ungkap Nanang. Di antaranya event ulang tahun, pernikahan, rapat, dan seminar. ”Ada puluhan acara yang batal dilaksanakan dua bulan ini. Kerugiannya mencapai puluhan juta,” lanjutnya.
Meskipun saat ini level PPKM telah turun, jelas Nanang, hotel tetap menerapkan protokol kesehatan ketat bagi calon tamu yang hendak masuk. Antara lain wajib mengikuti pemeriksaan suhu, mencuci tangan, dan menerapkan jaga jarak saat berada di lobi. Pemesanan makanan masih dilakukan secara manual oleh para petugas hotel. Mereka langsung mengantar pesanan tamu ke kamar masing-masing. ”Kami betul-betul menjaga kondisi tamu yang satu dan lainnya. Sehingga bisa menekan persebaran,” ungkap dia.
Peningkatan juga dialami Novotel Samator Surabaya Timur. Humas Novotel Samator Surabaya Timur Joanna Kusuma mengatakan, dibanding saat PPKM darurat, saat ini tingkat keterisian hotel sudah meningkat 50 persen. ”Ini pertanda baik bagi kami,” ucapnya.
Menurut Joanna, regulasi pemerintah yang memberikan kelonggaran membuat publik merasa aman dan tenang untuk bepergian walau tetap dengan berbagai peraturan. ”Kami juga telah tersertifikasi CHSE dan Allsafe yang menjamin setiap tamu menikmati safecation dengan aman dan nyaman di tengah pandemi,” ujarnya.
Guna mendukung upaya pemerintah, pihaknya juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama di hotel. ”Dengan aplikasi PeduliLindungi, pihak hotel bisa melakukan tracking kepada tamu dan staf agar dapat mengetahui kapasitas serta contact tracking,” katanya.
Saat ini para tamu yang datang ke hotel mereka mayoritas untuk keperluan bisnis, meeting, leisure staycation, atau liburan dengan teman-teman dan keluarga. ”Kami prediksi peningkatan akan terus terjadi,” ujar Joanna.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
