Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Juli 2021 | 21.23 WIB

Wali Kota Surabaya: Setiap Hari Seribu Orang Sembuh dari Covid-19

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Alex/JawaPos - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Alex/JawaPos

JawaPos.com – Kerja keras pemkot membendung virus korona mulai membuahkan hasil. Bukti itu terlihat dari sejumlah data yang dihimpun selama PPKM. Angka kesembuhan meningkat. Jumlah pasien yang meninggal terus berkurang.

Contohnya, angka kesembuhan pasien. Pada 23 Juli lalu, total kumulatif warga yang pulih mencapai 30.234 orang. Selang dua hari, jumlahnya bertambah 3.096 orang. Saat ini totalnya menjadi 33.330 pasien Covid-19 yang sembuh.

Tren membaik juga terlihat pada angka kematian pasien Covid-19. Mortalitas di Kota Pahlawan sempat melonjak tajam. Dalam sehari, jumlahnya bisa mencapai 180 orang yang tutup usia. Saat ini jauh berkurang.

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pemkot terus memonitor persebaran Covid-19 di Surabaya. Beragam langkah telah dilakukan. Tujuannya, virus korona secepatnya melandai. Untuk angka kesembuhan, pemkot bisa bernapas lega. Menurut Eri, dalam sehari jumlah pasien yang sembuh bisa mencapai 1.000 orang lebih. ’’Kuncinya, penanganan harus dilakukan sejak dari hulu,’’ terangnya.

Pria 44 tahun itu mencontohkan penanganan virus korona dari hulu. Ketika virus korona muncul di perkampungan, satgas mandiri harus segera bergerak. Jalan kampung diblokade. Selanjutnya, seluruh penduduk menjalani uji usap untuk mengetahui warga yang terpapar serta yang sehat.

Warga yang sehat langsung disuntik vaksin. Tujuannya, meningkatkan kekebalan tubuh. Yang terpapar Covid-19 diminta untuk menjalani perawatan. Pemkot merancang penanganan baru virus korona. Warga yang positif, tapi tidak memiliki gejala, diminta menjalani isolasi. Pemkot menyediakan rumah sehat. ’’Kami sediakan tempat agar tidak memicu klaster keluarga,’’ ucap alumnus ITS itu.

Pasien yang tutup usia pun terus berkurang. Saat ini, dalam sehari sebanyak 85 warga meninggal akibat Covid-19. Persentase penurunan mencapai 50 persen. Penanganan cepat ikut membantu penurunan angka kematian. Pemkot menyediakan rumah sakit darurat. Yakni, Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT). ’’RSLT mampu mengurangi angka kematian,’’ paparnya.

Dalam waktu dekat, pemkot menambah RS darurat. Yakni, mengubah GOR Indoor GBT menjadi rumah sakit. Tempat itu bisa menampung 200 pasien. Suami Rini Indriyani tersebut menuturkan, persiapan pengoperasian RS darurat GBT dikebut. Setelah penataan bed serta penyiapan IGD, saat ini pemasangan oksigen dilakukan. ’’Target minggu ini beroperasi,’’ terangnya.

Langkah lain ialah menambah ruang perawatan. Pemkot menyiapkan rumah sehat terpusat. Lokasinya tersebar di seluruh kelurahan. Tempat isolasi itu bertujuan mempercepat pemulihan warga. Contohnya, di Kecamatan Tegalsari. Camat Tegalsari Buyung Hidayat Rachman menuturkan, ada lima rumah sehat yang disiapkan. ’’Empat di sekolah, satu di balai RW,’’ paparnya.

Baca Juga: 8 Universitas Swasta Terbaik 2020 di Jatim Versi Kemendikbud

Buyung menambahkan, pemkot sudah membuat kebijakan. Pasien yang terpapar Covid-19 diminta untuk menjalani perawatan di rumah sehat. Tidak lagi isolasi mandiri (isoman). Langkah itu dilakukan untuk memudahkan pengawasan.

OPTIMISME DARI BERTAMBAHNYA KESEMBUHAN

- Hasil evaluasi pemkot selama PPKM, Surabaya membaik.

- Angka kematian berkurang. Dari semula 180 orang dimakamkan per hari kini menjadi 85 orang.

- Angka kesembuhan pasien bertambah.

- Capaian itu disebabkan faktor penanganan cepat. Di antaranya, pengoperasian Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) dan rumah sehat.

- Pemkot berupaya menghadang klaster keluarga.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore