Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juli 2021 | 01.26 WIB

Lagi! Warga Tolak SDN Barata Jaya Jadi Tempat Isolasi

Salah satu warga menolak SDN Barata Jaya menjadi tempat isolasi, memegang tulisan penolakan. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Salah satu warga menolak SDN Barata Jaya menjadi tempat isolasi, memegang tulisan penolakan. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Warga RT 03 RW 05, Kelurahan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya melakukan demo di depan SDN Barata Jaya VIII/43. Demonstrasi itu dilakukan menolak tempat tersebut untuk dijadikan lokasi isolasi mandiri warga kelurahan.

Mereka melakukan demonstrasi di depan sekolah pada Jumat (23/7) sore. Sambil membawa kertas bertulis penolakan, sebuah spanduk dipasang besar-besar dengan tulisan Warga Barata Jaya sepakat MENOLAK SDN Barata Jaya menjadi kawasan isolasi mandiri.

Demonstrasi itu dilakukan pada hari ini (23/7), menyusul rencana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membuka layanan itu. Ketua RT 03 RW 05 Barata Jaya Imam Setyono mengaku kecewa dengan keputusan itu. Menurut dia, kebijakan itu tidak memikirkan kondisi warga di sekitarnya.


”Warga takut dan khawatir virus Covid-19 akan menyebar lebih masif di masyarakat,” jelas Imam Setyono.

Informasi soal sekolah yang akan dijadikan lokasi isolasi mandiri warga itu, awalnya sampai di telinga Imam dari tukang kebun sekolah. Dari informasi itu, Imam mengaku langsung mendatangi pihak kelurahan dan mengatakan bahwa warga RT 03 RW 05 Barata Jaya menolak.

”Kami menolak. Lalu pihak camat malah mengatakan kalau ini adalah darurat. Kami tidak menerima pemakluman dari kata darurat. Sebab, saya sudah menjaga mobilitas warga saya,” ungkap Imam Setyono.

Imam mengaku belum mendapat titik terang dari hasil pertemuan dengan pihak kelurahan dan kecamatan.

”Pertimbangannya nyawa, kalau menolak harusnya dipertimbangkan pemerintah. Ini bed juga belum masuk, tapi kursi dan meja sudah dikeluarkan,” ucap Imam Setyono.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, akan membuat tempat isolasi di tiap kelurahan. ”Kelurahan bisa memantau pasien di sekolah yang dijadikan tempat isolasi mandiri. Jumat (23/7) buka,” ujar Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore