Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juni 2021 | 14.20 WIB

Unair Sebut Temuan ITD Bukan dari Lonjakan Kasus Bangkalan

Tes cepat antigen oleh tim Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan di lokasi penyekatan Labang, Bangkalan, Senin (7/6). Abd Aziz/Antara - Image

Tes cepat antigen oleh tim Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan di lokasi penyekatan Labang, Bangkalan, Senin (7/6). Abd Aziz/Antara

JawaPos.com–Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih menegaskan, temuan varian baru Covid-19 oleh Institute of Tropical Disease (ITD) bukan spesimen dari lonjakan kasus di Kabupaten Bangkalan, dalam beberapa hari terakhir ini.

”Varian Covid-19 B117 yang ditemukan dari spesimen warga Bangkalan merupakan sampel yang masuk pada 12 Mei,” kata Mohammad Nasih seperti dilansir dari Antara di Surabaya.

Dia menjelaskan, hasil whole genome sequencing yang baru diumumkan ITD juga bukan disengaja bertepatan dengan kasus yang sedang tinggi di Bangkalan hingga menjadi perhatian nasional. Proses untuk menganalisis strain suatu virus, memang membutuhkan waktu lama.

”Yang beredar itu adalah temuan sebulan lalu, bukan sekarang. Jangan dikaitkan, sebab nanti bisa berpengaruh pada psikologis para pasien,” ujar Mohammad Nasih.

Sampel varian Alpha Covid-19 itu, lanjut dia, berasal dari spesimen pekerja migran Indonesia (PMI) yang harus dites usap antigen dan PCR sebelum kembali ke daerah masing-masing. Setelah diketahui positif, mereka harus diisolasi secara terpusat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Sehingga kecil kemungkinan terjadi penularan di kampung halaman.

Sementara itu, soal kemungkinan adanya mutasi virus korona di Bangkalan hingga membuat lonjakan kasus, Nasih mengatakan, pihaknya masih harus melakukan penelitian lebih lanjut. Saat ini, para peneliti di ITD Unair sudah mulai mencermati spesimen dari Bangkalan.

”Sekarang sampel Bangkalan baru diterima tiga hari lalu, yakni 40 sampel yang sekarang sedang dikerjakan ITD dengan whole genom sequencing,” terang Mohammad Nasih.

Dengan serangkaian proses yang diperlukan, dia memperkirakan hasil whole genome sequencing dari sampel Bangkalan baru bisa diumumkan pada Sabtu atau Minggu (12-13/6).

”Proses ini akan mengungkap apakah virus korona yang menyerang Bangkalan hingga membuat beberapa tenaga kesehatannya meninggal dunia merupakan mutasi atau bukan,” ujar Mohammad Nasih.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore