
DIPIMPIN DIPO PROJO: Bambang Hadi Purnomo saat menjalin komunikasi dengan makhluk penunggu perlintasan kereta api di Margorejo. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Perlintasan rel kereta api Margorejo kerap memakan korban nyawa. Kejadian tersebut sering dihubungkan dengan keberadaan makhluk halus di sekitar situ. Konon, jin penunggu selalu mencari korban. Ada yang karena ingin dapat pengikut. Ada yang hendak balas dendam.
---
RABU malam (24/2), praktisi spiritual Bambang Hadi Purnomo menyambangi area perlintasan kereta api Margorejo. Dia merasakan energi gelap yang cukup kuat. Aura yang bikin bulu kuduk merinding berasal dari ribuan makhluk halus yang mondar-mandir di situ. Mulai jin penunggu hingga arwah para korban yang meninggal tertabrak kereta.
Bambang berusaha menjalin komunikasi dengan mereka. Tapi sebelumnya, dia membuat pagar agar para makhluk tak kasatmata itu tak mengganggu rombongan. Melalui Bambang, informasi didapatkan. Dedengkot makhluk penunggu perlintasan kereta di Margorejo adalah Dipo Projo. Dia sudah berada di sana ratusan tahun.
Sosok Dipo Projo ini berperut besar. Tingginya kurang dari 1 meter. Secara sekilas, tubuhnya mirip tokoh Semar di pewayangan. Dia mendiami pohon, di sekitar traffic light Margorejo. ’’Sosok ini yang selalu ingin ada korban jiwa,’’ ucap Bambang.
Dipo Projo akan senang jika ada orang tewas tertabrak kereta. Sebab, itu akan menambah daftar pengikutnya. Tak lama setelah berkomunikasi dengan Dipo Projo, Bambang kemudian mendatangkan makhluk halus lain dengan perantara tubuhnya. Suara Bambang pun langsung berubah. Kali ini, hadir perempuan bernama Sumiyem.
Dengan wajah meringis seakan menahan sakit, Sumiyem yang berada di tubuh Bambang bercerita. Suaranya membikin bulu kuduk langsung merinding. Dia memang tak mengingat kapan meninggal di sekitaran perlintasan kereta di Margorejo. Yang jelas, kejadian itu sekitar tahun 60-an. ’’Awakmu sopo, Ngger (Kamu siapa, Nak, Red),’’ kata Sumiyem kepada salah satu anggota rombongan.
Sumiyem lantas bercerita awal mula dirinya berada di sana. Katanya, dia jadi tumbal seseorang. Nyawanya ditukar dengan kekayaan. Sumiyem pun mati akibat kecelakaan di sekitar Margorejo. Hal ini yang membuatnya sakit hati. Karena itu, Sumiyem selalu berusaha membalaskan dendamnya. Bukan hanya orang yang membuatnya jadi tumbal. Melainkan siapa saja yang menggunakan pesugihan. Sumiyem pasti langsung tahu.
Bukan hanya itu, Sumiyem juga benci dengan mereka yang menyombongkan diri dengan kekayaannya. Kerena itu, dirinya mengincar pengendara yang menggunakan pesugihan dan sombong. ’’Wong-wong iku wes jupuk buahe (Orang-orang itu sudah ambil buahnya, Red),’’ terangnya dengan nada lirih.
Sumiyem terus bercerita. Biasanya dia membuat korban menjadi tidak sadar. Pikirannya dibuat kacau. Matanya ditutup dan telinganya disumbat. Sehingga, jika ada kereta melintas, korban ini tidak tahu. Mereka seakan dibuat linglung. Meskipun diteriaki, tetap saja tidak dengar. Begitu pun dengan suara palang pintu. Dan, ketika tubuh orang tersebut tersambar kereta, Sumiyem menang.
Dia berpesan, pengendara seharusnya sadar dengan Tuhan-nya. Di mana pun berada. Termasuk untuk tidak sombong. Bertepatan dengan suara kereta lewat, sosok Sumiyem meninggalkan tubuh Bambang. Tak lama kemudian, tubuh Bambang bergetar hebat. Rupanya, sosok makhluk baru merasukinya.
’’Anakku nang ndi (Anakku ke mana, Red),’’ ucap sosok tersebut melalui tubuh Bambang. Salah satu anggota rombongan berusaha mengajaknya ngobrol, tapi tak berhasil. Sosok yang tak diketahui identitasnya itu tak bicara apa-apa selain mengulang-ulang satu kalimat. ’’Anakku nang ndi, anakku nang ndi, anakku nang ndi...’’
Hanya sebentar sosok itu menguasai tubuh Bambang. Dia pergi, Bambang pun sadar kembali. Menurut Bambang, Dipo Projo memang menjadi pemimpin di perlintasan kereta api Margorejo. Tapi, sosok Sumiyem juga terlibat. Jadi, secara mistis, keduanya berperan ketika ada korban meninggal tertabrak kereta. Hanya, sasaran mereka berbeda.
Dipo Projo mengincar siapa saja yang lalai. Termasuk sembrono dalam berlalu lintas. Sedangkan Sumiyem ini mencari pengendara yang terlibat dalam pesugihan. Jumlah korban meninggal cukup banyak. Bahkan sampai ratusan. Mereka meninggal tak hanya akibat tertabrak kereta, tapi juga laka di sekitaran Margorejo. Kata Bambang, para korban tersebut selalu ingin didoakan.
Baca Juga: Gara-gara Mengerem Mendadak, Dokter Reza Dianiaya Empat Mahasiswa
Itulah kenapa, lanjut dia, saat ada kereta melintas, para korban ini selalu berdiri di sisi kanan dan kiri rel. Dengan tubuh hancur dan anggota tubuh tak lengkap, mereka melambai ke kereta yang lewat. Sebagian mengeluarkan rintihan, bahkan tangisan. Mereka seakan memberi tanda keberadaannya. Dan ingin didoakan agar arwahnya tenang.
Bambang menjelaskan, Dipo Projo atau Sumiyem membuat korbannya linglung. Penglihatannya tertutup dan pendengarannya terganggu. Untuk menghindari itu, pengendara harus selalu ingat kepada Tuhan. Bersalawat. Paling tidak membunyikan klakson saat melintas. ’’Yang penting jangan melamun, apalagi sombong saat berkendara,’’ jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/6FOfijZ0XFY

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
