
Perempuan paro baya dari Madura ke Surabaya menangis histeris dan menolak diswab. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Selain vaksin, terapi plasma konvalesen dilihat sebagai salah satu cara efektif untuk menyembuhkan pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan. Terapi itu dilakukan dengan cara memberikan plasma pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan.
Plasma Konvalesen bisa didapatkan dari Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing kota. Namun, Kabid Pelayanan dan Humas PMI Surabaya Martono Adi Triyoga menyatakan, saat ini persediaan plasma konvalesen di PMI Surabaya habis. Sebab, kebutuhan plasma konvalesen sangat tinggi.
”Stoknya masih kosong,” ujar Martono ketika dihubungi pada Jumat (8/1).
Martono mengakui, permintaan plasma konvalesen di Surabaya sangat tinggi. Terlebih lagi, PMI Surabaya juga melayani permintaan di luar Surabaya.
”Kebutuhan bisa 20 sampai 30 kantong sehari. Stok di PMI terbatas dan saat ini sudah tidak ada. Masih kosong, kita sarankan untuk donor. Jadi ada stok kita kasihkan langsung habis stoknya, kita membutuhkan pendonor plasma sebanyak-banyaknya,” tutur dia.
Bukan hanya karena kekurangan donor, Mardian menjelaskan, salah satu alasan kurangnya plasma karena tidak semua pendonor lolos seleksi. ”Karena tidak semua penyintas Covid bisa donor. Setelah kita seleksi tidak sesuai dengan persyaratan, tidak bisa terpenuhi, terutama dari anti bodinya hanya sedikit. Jadi tidak bisa menyumbangkan plasmanya,” terang Mardian.
Dia menjelaskan, syarat pendonor plasma konvalesen yakni, pernah terkonfirmasi Covid-19. Kemudian pasien sembuh dari Covid-19 yang sudah dilakukan 1 kali swab, bebas keluhan minimal 14–28 hari, dan mempunyai kadar antibodi yang cukup.
”Donor diutamakan laki-laki atau untuk perempuan yang belum pernah hamil, hasil antibody HLA negative, umur 17–60 tahun, berat badan lebih dari 55 kg, lebih diutamakan pernah mendonorkan darah,” ujar Mardian.
Alur donor adalah dengan mengisi informed consent, seleksi donor melalui anamnesis, dan pemeriksaan fisik. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium, konfirmasi golongan darah, skrining antibodi, dan melihat kemungkinan infeksi menular lewat transfusi darah. Selanjutnya pengambilan darah menggunakan mesin apheresis lewat waktu pengambilan darah donor selama 1 jam.
”Pasien Covid-19 yang hendak meminta plasma konvalesen bisa ke rumah sakit. Kemudian, rumah sakit akan meminta ke PMI dengan disertai surat serta sampel darah. Pasien akan diminta menunggu, apabila stoknya tidak ada diharapkan mencari pendonor,” ujar Mardian.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZUt3tQfHDe0
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
